Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ARUS LOGISTIK : Penumpukan Barang di Bandara Hang Nadim Mulai Terurai

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) mengklaim penumpukan barang yang terjadi di Bandara Hang Nadim, Batam, secara perlahan mulai terurai.
Maria Yuliana Benyamin
Maria Yuliana Benyamin - Bisnis.com 04 Agustus 2018  |  10:10 WIB
Kargo - dokumentasi
Kargo - dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) mengklaim penumpukan barang yang terjadi di Bandara Hang Nadim, Batam, secara perlahan mulai terurai.

Eri Palgunadi, VP Marketing JNE, mengakui bahwa memang terjadi penumpukan barang di bandara tersebut. Namun, hal ini terjadi karena peningkatan jumlah pengiriman barang sejalan dengan geliat sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di daerah tersebut.

“Batam saat ini memiliki potensi pertumbuhan UKM yang cukup pesat, sehingga berdampak pada terjadinya peningkatan jumlah pengiriman barang,” ujar Eri kepada Bisnis, Jumat (3/8/2018).

Jumlah pengiriman barang dari Batam, menurut Eri, meningkat sekitar 30%—40% sepanjang Januari-Juni 2018. Lonjakan pengiriman bahkan memuncak pada periode Ramadan, sehingga memicu terjadinya penumpukan barang.

“Penumpukan signifikan terjadi sejak Ramadan. Jadi, penumpukan ini tidak terjadi karena pemutusan kontrak secara sepihak oleh Lion Air karena Lion Air dan JNE tidak pernah memiliki kontrak kerja sama tersendiri.”

Hal ini sekaligus mengklarifikasi berita sebelumnya yang menyebutkan Lion Air telah memutus kontrak sepihak dengan JNE (Bisnis.com, Senin, 30 Juli 2018).

Lebih lanjut Eri mengatakan, sejauh ini pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah pihak agar seluruh barang dapat terkirim.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiki jne bisnis logistik
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top