Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selain Peran Maskapai, Kunjungan Turis Asing Butuh Dukungan Ini

Kementerian Pariwisata menilai peran maskapai saja tidak cukup untuk menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia, masih diperlukan sarana dan fasilitas penunjang.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 02 Agustus 2018  |  16:34 WIB
Selain Peran Maskapai, Kunjungan Turis Asing Butuh Dukungan Ini
Wisatawan sedang mengabadikan Daya Tarik Wisata Tanah Lot, Bali. - Bisnis/Feri Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Pariwisata menilai peran maskapai saja tidak cukup untuk menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia, masih diperlukan sarana dan fasilitas penunjang.

Staf Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata Kemenpar, Judi Rifajantoro mengapresiasi AirAsia yang bersedia membuka rute penerbangan langsung Kuala Lumpur--Silangit dan rute sebaliknya. Terlebih, Danau Toba merupakan salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas nasional.

"Ini merupakan kerja bersama. Saat ini kami juga sedang mengadakan rapat dengan seluruh stakeholder pariwisata untuk mempersiapkan hotel dengan harga kompetitif hingga beragam paket wisata," kata Judi, Kamis (2/8/2018).

Dia menambahkan rute baru AirAsia tidak hanya akan meningkatkan porsi kunjungan wisman, tetapi bisa membuka sejumlah investasi baru dan arus perdagangan. Terlebih, sektor pariwisata dalam negeri masih membutuhkan banyak investor.

Pihaknya menuturkan pada 2017, sebanyak 25% wisman melalui jalur udara menggunakan AirAsia Group. Jumlah ini sangat signifikan dibandingkan wisman yang menggunakan Garuda Indonesia maupun Lion Air Group.

Adapun, pada Semester I/2018 jumlah kunjungan wisman hanya 7,5 juta orang dari target akhir tahun 17 juta orang. "Kita semua harus bekerja keras untuk mendatangkan wisman lebih banyak lagi," ujarnya.

Sementara itu, Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Pramintohadi Sukarno meminta maskapai tetap menjalankan operasional secara konsisten. Bisnis utama penerbangan selain keamanan adalah tingkat ketepatan waktu terbang (on time performance/OTP).

"Kami minta konsistensi layanan bisnis penerbangan yang tetap mematuhi regulasi. Diharapkan maskapai bisa ikut memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ekonomi nasional," kata Pramintohadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turis
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top