Inaplas Harapkan TPPI Produksi Aromatik

Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) menyambut rencana pemerintah untuk mengaktifkan kembali kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).
Annisa Sulistyo Rini | 31 Juli 2018 22:36 WIB
Peserta mengoperasikan mesin cetak kemasan seusai pembukaan pameran INDOPLAS, INDOPACK, dan INDOPRINT 2016 di Jakarta - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA--Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) menyambut rencana pemerintah untuk mengaktifkan kembali kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Fajar Budiyono, Sekretaris Jenderal Inaplas, mengatakan asosiasi berharap kilang ini dikembalikan sesuai fungsi awalnya, yaitu memproduksi aromatik. Sejak 2 tahun yang lalu, TPPI beroperasi sebagai kilang minyak yang hanya memproduksi bahan bakar minyak (BBM) di bawah Pertamina. 

"Kalau TPPI kembali memproduksi aromatik, dia satu-satunya di Indonesia. Dulu ada Pertamina di Plaju, tetapi sekarang sudah tidak karena kualitas minyaknya berbeda," ujarnya Selasa (31/7/2018).

Fajar berpendapat, apabila TPPI memproduksi aromatik, pendapatan yang dihasilkan lebih besar dibandingkan hanya memproduksi BBM karena desain awal TPPI yang digunakan untuk produksi aromatik. Ketika hanya digunakan untuk memproduksi, kilang ini tidak beroperasi sepenuhnya. 

Fajar menyebutkan harga produk aromatik lebih tinggi dibandingkan harga BBM. Apalagi, saat ini permintaan paraxylene dunia, terutama China, untuk industri tekstil tengah meningkat. Nantinya, pendapatan ini dapat digunakan untuk membayar utang-utang setelah direstrukturisasi. 

"TPPI ini banyak investor asing yang minat karena bahan baku enggak masalah, mesin bagus, sumber daya manusianya juga bagus," kata Fajar.

Lebih jauh, hasil aromatik yang dihasilkan juga bisa diekspor, sehingga pada akhirnya bisa menekan devisa yang keluar. Fajar juga menyatakan anggota asosiasi siap untuk membantu Pertamina untuk mengaktifkan kembali produksi aromatik TPPI.

"Memang harus tambah alat saat ini yang angkanya gede, tetapi ini bisa diatasi. Anggota kami bisa dimintain bantuan," jelasnya. 

Sebelumnya, pada Senin (30/7/2018), pemerintah menyatakan bakal mengupayakan kilang TPPI dapat kembali beroperasi secara optimal. 

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan saat ini, untuk bisa mengoperasikan kembali kilang TPPI, persoalan-persoalan yang menghambat harus diselesaikan terlebih dahulu. Seharusnya, kilang TPPI bisa dioperasikan dengan optimal karena di bawah penguasaan pemerintah, melalui Pertamina.

"Kilang TPPI saat ini on-off, tinggal bagaimana dia dijalankan dan yang bisa menjalankan Pertamina," katanya di Jakarta, Senin (30/7/2018).

Tag : kilang
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top