Pengusaha Kurir Bilang Tak Ada Dampak Ekonomi Signifikan dari Asian Games 2018

Perhelatan olahraga Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang tampaknya tidak akan berimbas besar kepada bisnis pengusaha kurir.
Ilham Budhiman | 23 Juli 2018 14:24 WIB
Karyawati PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melakukan pendataan paket kiriman. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Perhelatan olahraga Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang tampaknya tidak akan berimbas besar terhadap bisnis pengusaha kurir.

Marketing Communication Manager TIKI, Inggrid F. Schipper mengatakan sejauh ini tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap bisnis TIKI secara keseluruhan, meski kegiatan tersebut diselenggarakan di Jakarta dan Palembang.

"Dalam menyambut Asian Games, tidak ada pengaruh yang berarti terhadap bisnis TIKI. Sebab, bisnis TIKI mencakup seluruh Indonesia. Transaksi ritel maupun pelanggan korporat TIKI juga berjalan seperti biasa," katanya, Minggu (22/7/2018).

Pemain lain di lini bisnis kurir, yakni JNE mengaku juga sejauh ini belum mendapat pengaruh apapun dari ajang empat tahunan itu. "Untuk saat ini belum ada dampaknya buat perusahaan," ujar Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi.

Sementara bagi J&T Express, adanya pesta olahraga Asia itu seharusnya memberi dampak bagi pengusaha kurir. Namun, sampai saat ini masih belum terasa.

"Masih belum ada dampaknya, tapi harusnya ada sedikit," kata Key Account Manager J&T Express Iwan Senjaya.

Di sisi lain para pengusaha kurir sepakat ada hambatan yang muncul terkait perhelatan Asian Games yaitu diperluasnya kawasan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan Jakarta guna mendukung kegiatan tersebut.

Pengusaha kurir menilai hal itu menghambat kegiatan distribusi barang, namun bagi dua perusahaan seperti TIKI dan JNE yang notabene perusahaan besar hal tersebut sudah bisa diantisipasi.

"Tapi ini pun [perlusan ganjil-genap] bisa kami antisipasi dengan pemetaan rute alternatif dan alokasi armada sesuai jadwal ganjil/genap yang berlaku," ungkap Inggrid.

Pada sisi lain, pihak J&T Express masih mencari cara untuk menyiasati perluasan ganjil-genap. Pihaknya mengaku hal ini berdampak pada efisiensi pengriman barang.

"Kalau kita lihat in general mungkin efisiensi untuk pengiriman paket [terhambat] karena jamnya juga sangat panjang," ujar Iwan Senjaya.

Iwan mengaku J&T akan mengatur waktu untuk pembagian barang, termasuk pengaturan kendaraan operasional roda empat. Menurut Iwan, perluasan ganjil-genap juga berdampak pada industri logistik.

"Karena untuk industri express sendiri, delivery yang kita lakukan banyak menggunakan sepeda motor. Kita lihat ini lebih berdampak ke industri logistik. Kita atur untuk pembagian barangnya, dari mobil dan secara waktunya juga," ucap Iwan.

Tag : Asian Games 2018, jasa kurir
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top