Demi Asian Games 2018, BPTJ Akan Lakukan Penutupan Permanen Pintu Tol

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek berencana melakukan penutupan secara permanen di beberapa pintu tol selama Asian Games 2018.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 18 Juli 2018 14:26 WIB
Sejumlah kendaraan melaju di Gerbang Tol Cibubur 2 Tol Jagorawi di Jakarta, Minggu (15/4). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan akan menerapkan uji coba ganjil-genap di Tol Jagorawi pada gerbang tol Cibubur 2 arah Jakarta yang dimulai pada Senin (16/4) pukul 06.00-09.00 WIB untuk membantu mengurai kemacetan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek berencana melakukan penutupan secara permanen di beberapa pintu tol selama Asian Games 2018.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengejar target waktu tempuh maksimal selama 30-34 menit dari Wisma Atlet ke venue maupun antar venue.

“Hasil kajian BPTJ menunjukkan tidak cukup hanya perluasan ganjil genap di arteri guna menunjang kelancaran transportasi Asian Games. Oleh karenanya, BPTJ merekomendasikan paket tiga kebijakan yang saling terkait,” jelasnya, Rabu (18/7).

Pertama, manajemen rekayasa lalu lintas. Kedua, penyediaan angkutan umum.

Ketiga, pengaturan lalu lintas angkutan barang golongan III, IV, dan V.

Perluasan ganjl genap di arteri dan rekayasa lalu lintas di jalan tol merupakan bagian dari kebijakan pertama yaitu manajemen rekayasa lalu lintas.

“Rekayasa lalu intas di jalan tol dalam kota itu di antaranya penutupan permanen beberapa pintu tol serta mekanisme buka tutup di beberapa pintu tol yang lain. Selain itu, juga penyediaan lajur khusus angkutan umum di jalan tol yang berlaku pula buat ofisial dan atlet," lanjut Bambang. 

Dalam hal ini, dia mengaku penutupan permanen pintu tol tidak dapat dielakkan karena pergerakan atlet dan ofisial saja akan berlangsung pada pukul 05.00 WIB-21.00 WIB.

Apalagi, hampir seluruh atlet yang jumlahnya 15.000 orang menginap di Wisma Atlet Kemayoran. Setiap harinya, para atlet harus bergerak ke delapan venue pertandingan yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.

“Belum lagi ofisial, media, suporter, dan VIP serta pergerakan antar venue," tambah Bambang.

Nantinya, penutupan permanen beberapa pintu tol dilakukan bervariasi pada pukul 06.00 WIB-17.00 WIB (menuju Wisma Atlet) dan pukul 12.00 WIB-21.00 WIB (menuju venue).

Selain penutupan permanen, mekanisme buka/tutup sesuai situasi dan kebutuhan juga dilakukan pada beberapa pintu tol lain di mana berlaku diskresi oleh petugas kepolisian di lapangan.

BPTJ juga melakukan pengaturan lain di jalan tol yang dibutuhkan guna mendukung kelancaran transportasi Asian Games, termasuk pembatasan operasional angkutan barang golongan III, IV, dan V.

Selama ini, sudah berlaku larangan untuk melewati jalan tol dalam kota ruas Cawang-Tomang-Pluit dan Tomang-Kembangan bagi angkutan barang golongan III, IV, dan V kecuali pukul 22.00 WIB-05.00 WIB.

Hasil kajian BPTJ merekomendasikan pembatasan tersebut perlu diperluas hingga ruas Tol Pelabuhan, ruas Tol Cawang-Priok, ruas Tol Cawang-TMII, dan ruas Tol Cawang-Cikunir demi menjamin kelancaran transportasi selama Asian Games 2018.

Meski hasil kajian BPTJ merekomendasikan perlunya berbagai pengaturan di jalan tol sebagaimana tersebut di atas, Bambang menerangkan implementasinya masih membutuhkan koordinasi dengan berbagai instansi seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Operator Jalan Tol, Korlantas Polri, dan Ditlantas Polda Metro.

“Dalam beberapa hari ke depan, terutama instansi yang terkait pelaksanaan di lapangan, akan melakukan uji coba dan simulasi pengaturan secara keseluruhan termasuk di jalan tol,” sebutnya.

Hasil uji coba dan simulasi tersebut diharapkan akan semakin memperjelas gambaran menyangkut implementasi kebijakan transportasi guna memperlancar penyelenggaraan Asian Games yang berlangsung pada 18 Agustus-2 September 2018.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top