Ini Kenapa Ekspor Indonesia Tak Bisa Ambil Peluang dari Depresiasi Rupiah

Meski ada beberapa Industri yang diuntungkan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai masih banyak sekali komoditas yang tidak mampu memanfaatkan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah untuk meningkatkan ekspor.
M. Richard | 08 Juli 2018 18:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Meski ada beberapa Industri yang diuntungkan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai masih banyak sekali komoditas yang tidak mampu memanfaatkan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah untuk meningkatkan ekspor.

"Industri manufaktur yang paling diuntungkan adalah yang menggunakan bahan baku dalam negeri dan tidak meggunakan bahan baku impor dan tentu saja ini sangat terbatas," kata Wakil Ketua Kadin Shinta W Kamdani kepada Bisnis.com, Minggu (8/7/2018).

Dia mengatakan, masih tingginya komponen bahan baku impor dalam indsutri manufaktur adalah salah satu faktor yang membuat depresiasi rupiah tidak maksimal dalam peningkatan ekspor.

Belum lagi, tidak elastisnya peningkatan ekspor terhadap pelemahan nilai tukar rupiah dikarenakan daya saing komoditas ekspor kalah dengan negera tetangga. ditambah lagi, masih banyaknya rencana kerja sama dagang yang tertunda membuat banyak komoditas ekspor potensial masih belum berkembang.

Bahkan, sebaliknya, untuk industri yang juga menjual barangnya di dalam negeri mulai merasakan keberatan dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah tersebut, karena bahan baku impor mulai menaikkan biaya produksi. "Khusus untuk industri yang konsumsi dalam negeri agak berat karena biaya mulai naik dan sales drop," kata Shinta.

Tag : ekspor
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top