Permata Sakti Mandiri Pasang Strategi Open Table

Permata Sakti Mandiri, memiliki cara pemasaran yang lebih efektif menjual proyek hunian dibandingkan melalui pameran di mal ataupun pameran berskala nasional.
Anitana Widya Puspa | 08 Juni 2018 08:02 WIB
perumahan, properti

Bisnis.com, JAKARTA— Permata Sakti Mandiri, memiliki cara pemasaran yang lebih efektif menjual proyek hunian dibandingkan melalui pameran di mal ataupun pameran berskala nasional.

Direktur Permata Sakti Mandiri, Agus Susilo mengatakan saat ini beberapa pameran di mal juga sudah tidak fokus pada sektor properti melainkan beracmpur dengan otomotif sehingga kurang efektif menjaring konsumen. Selain itu imbuh dia, belakangan pendapatan dari pameran nasional juga tidak mencapai target yang diharapkan. Sehingga kemungkinan besar perusahaan akan mengurangi porsi pameran ke depannya.

Penjualan Cimanggis City ungkap dia lebih efektif melalui open table di supermarket kecil, juga di SPBU rest area.

“Lewat open table ini, paling tidak per bulan 10 unit selalu jual. Open table jauh lebih murah, dan kalau ada yang mampir ke swalayan mereka biasanya tertarik dan bisa langsung deal. Selain itu di SPBU rest area kami cuma membayar Rp8 juta. Hasilnya jauh memuaskan,”katanya dikutip Kamis (7/6/2018).

Menurutnya konsep open table ini efektif karena dilakukan di titik-titik yang sesuai dengan target konsumen yang diincar. Belum lagi harga yang ditawarkan untuk proyek Cimanggis City masih di kisaran Rp299 juta untuk tipe terkecil, studio.

Hingga akhir tahun penjualan perusahaan telah mencapai 70%. Pasalnya per Mei lalu, target penjualan telah mencapai 50%, sesuai dengan target yang dicanangkan.

"Kami memaksimalkan penjualan warga sekitaran Depok Cimanggis saja. Karena setelah pelajari lebih dalam pembelinya memang banyak warga Depok Cimanggis," katanya imbuhnya.

Dia mengatakan, saat ini karakteristik konsumen bervariasi, ada beberapa konsumen yang memilih KPA, tapi sebagian juga memilih cash keras atau tunai bertahap lantaran proses BI checking yang lama. Namun rata-rata kini hampir 30%--40% konsumen menggunakan KPA, dan akan didiorong lebih besar ke KPA.

Saat ini harga proyek properti Cimanggis City sudah mengalami kenaikan 10% dibandingkan bulan sebelumnya. Saat pertama kali diluncurkan tahun lalu harga yang ditawarkan adalah Rp200 juta.

Selanjjutnya untuk menara kedua, perusahaan baru berencana lmelakukannya jika menara pertama penjualannya mencapai target akhir tahun ini.

Tag : properti
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top