IPC Siapkan 408 Hektare untuk KEK Bengkulu

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation, IPC, menyiapkan lahan seluas 408 hektare untuk Kawasan Ekonomi Khusus Bengkulu. Perseroan juga telah meneken nota kesepahaman dengan sejumlah investor yang berminat membangun pabrik di KEK Bengkulu.
Rivki Maulana | 07 Juni 2018 17:45 WIB
Ilustrasi: Alur pelabuhan Pulau Baai Bengkulu - ANTARA/Awi

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation, IPC, menyiapkan lahan seluas 408 hektare untuk Kawasan Ekonomi Khusus Bengkulu. Perseroan juga telah meneken nota kesepahaman dengan sejumlah investor yang berminat membangun pabrik di KEK Bengkulu.

General Manager IPC Bengkulu Hambar Wiyadi mengatakan saat ini perseroan tengah dalam proses administrasi untuk diajukan ke Dewan KEK. Dia menekankan, KEK yang berlokasi di Pulau Baai, Bengkulu itu akan fokus pada sektor agrobisnis, industri, dan logistik.

Dia menambahkan, IPC sudah meneken nota kesepahaman dengan PT Sudevam Ultatecgreen Indonesia yang akan menjadi salah satu investor di KEK Bengkulu.

"Dia butuh lahan 25 hektare untuk pabrik pengolahan CPO. Selain Sudevam juga ada beberapa investor lain yang berminat [membangun pabrik] di KEK Bengkulu," jelasnya kepada Bisnis.com, Kamis (7/6/2018).

Hambar menambahkan, KEK Bengkulu akan menjadi kawasan yang menarik bagi investor karena di samping terpadu dengan pelabuhan, KEK Bengkulu juga akan mendapat kepastian pasokan listrik. Saat ini, Pembangkit Listrik Tenaga Uap berdaya 2x100 megawatt sedang dibangun dan tahun depan dijadwalkan beroperasi.

Untuk mendukung kegiatan industri di KEK Bengkulu, IPC juga akan membangun terminal curah cair dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun. Saat ini, proses pematangan lahan seluas 17 hektare sudah mencapai 90%. Terminal ini nantinya akan dilengkapi piperack dan lima tanki timbuh. Pembangunan dan pengelolaan tanki timbun bakal digarap anak usaha IPC, PT Pelabuhan Tanjung Priok.

Di samping KEK, IPC juga menyiapkan lahan seluas 200 hektare untuk karantina ternak. Pada tahap awal, lahan tersebut cukup untuk pengembangbiakan 5.000 ekor ternak. Dengan adanya pusat karantina ternak, Pelabuhan Bengkulu bakal menjadi terminal hub ternak.

Hambar yakin, sektor peternakan akan menjadi salah satu kontributor baru dalam perekonomian Bengkulu. Saat sektor peternakan tumbuh, sektor terkait lainnya seperti industri pakan, pengolahan kotoran ternak, hingga produk turunan akan ikut bergerak.

Dia menerangkan, IPC memang bakal mengembangkan Pelabuhan Bengkulu dengan konsep zonasi, masing-masing terminal dibangun secara khusus untuk menangani angkutan tertentu. "Jadi kami bangun dedicated terminal, ada curah cair, curah kering, livestock [ternak] dan juga peti kemas," jelasnya.

Secara umum, arus barang di Pelabuhan Bengkulu didominasi curah kering. Tahun lalu arus barang dari curah kering mencapai 2,95 juta ton atau 92% terhadap total arus barang di Pelabuhan Bengkulu. Adapun total arus barang pada 201 tumbuh 14,82% menjadi 3,22 juta ton.

Di sisi lain, arus peti kemas mengalami lonjakan. Dalam satuan TEUs (twenty foot equivalent units), arus peti kemas di Pelabuhan Bengkulu tumbuh 77,5% menjadi 10.431. Sementara itu dalam satuan boks, arus peti kemas, arus peti kemas naik 78% menjadi 12.045 boks.

Tag : ipc
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top