Tips Mengantisipasi Penurunan Penjualan Setelah Ramadan

Menurut data Moka, penjualan bisnis food & beverage, retail dan aksesoris mengalami penurunan drastis hingga 50% setelah Ramadan berakhir
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 06 Juni 2018 13:30 WIB
Ilustrasi penjualan online - Reuters/Heinz/Peter Bader

Bisnis.com, JAKARTA – Ramadan memang memiliki banyak hal positif yang bisa berdampak pada bisnis usaha kecil menengah (UKM) karena pola konsumsi masyarakat yang berubah sehingga mendorong pertumbuhan penjualan. Penjualan pun akan mencapai titik tertinggi pada Bulan Ramadan.

Akan tetapi, pelaku usaha juga harus ‘waspada’ terhadap Lebaran. Sepekan pasca-Lebaran, penjualan pada bisnis akan mengalami penurunan lumayan yang drastis.

Menurut data Moka, perusahaan penyedia sistem kasir bagi UKM, berbasis cloud baik untuk online maupun offline, penjualan bisnis food & beverage, retail, dan aksesoris mengalami penurunan drastis hingga 50% setelah Ramadan berakhir.

Hal ini bisa disebabkan konsumsi masyarakat sudah kembali normal pasca-Ramadan. Moka menyarankan para pelaku bisnis melakukan promo pada produk jualan mereka. Siapa yang tidak tergiur akan penawaran menarik berupa diskon yang dihadirkan untuk pelanggan?

Data Moka menunjukkan bahwa bisnis yang menerapkan promo setelah peak season mampu mencegah penurunan penjualan menjadi -3.65%.

Anda bisa memanfaatkan promo baru yang berbeda dan unik pasca Lebaran misalnya, 'Promo Lebaran Beli 1 Gratis 1' atau 'Diskon Lebaran 30%'.

Agar promo lebih maksimal, jangan lupa untuk menyosialisasikannya ke berbagai media yang Anda miliki seperti media sosial, email marketing, maupun SMS.

Tag : tips bisnis, tips bisnis online
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top