APLN Ikut Luncurkan Rumah Jepang Suteki

Menilik rencana pengembang nasional lainnya, PT Agung Podomoro Land Tbk juga meluncurkan proyek rumah Jepang, Suteki di kawasan Grand Taruma.
Anitana Widya Puspa | 25 Mei 2018 22:27 WIB

Bisnis.com,JAKARTA— Menilik rencana pengembang nasional lainnya, PT Agung Podomoro Land Tbk juga meluncurkan proyek rumah Jepang, Suteki di kawasan Grand Taruma.

Selain tentunya juga segera memulai proyek superblok pertamanya di kawasan Karawang lewat Taruma City seluas 5,5 ha

General Manager Marketing Taruma City, Ie Rina Irawan mengatakan rencana pembangunan rumah Jepang ini sebelumnya tak pernah terpikirkan bahwa permintaannya akan meningkat.

Dia mengatakan ketika sedang membangun rumah contoh, justru ada ekspatriat Jepang yang menyatakan ketertarikannya, sehingga perusahaan lantas mencari investor yang membelinya dan ekspatria itu menjadi penyewanya.

Melihat permintaan itu, perusahaan memutuskan melanjutkan pembangunan rumah yang akan diluncurkan pertengahan tahun ini secara terbatas yakni 10 unit saja secara bertahap.

Rumah ini disebut rumah Jepang karena kontraktor dan material didatangkan dari Jepang langsung. Rumah ini memiliki luas tanah 126 meter persegi.

Menurut Rina, bagi ekspatriat Jepang harga bukan menjadi persoalan dan mereka cenderung menyukai hunian fully furnished. Mereka, kata dia bisa membeli jika menikah dengan orang Indonesia.

Tapi jika ada orang jepang asli yang tidak menikah dengan orang Indonesia belum bisa membelinya. Oleh karenanya, perusahaan akan mencarikan investornya supaya orang Jepang bisa menyewanya.

\"Kami sampai berpikir kenapa dulu nggak bikin klaster buat Jepang aja.. Lazimnya harga sewa di kawasan ini mulai dari Rp35 juta—30 juta per bulan atau sekitar 10% dari harga jual.”katanya kepada Bisnis dikutip Jumat (24/5).

Rina melanjutkan kota industri di Karawang memiliki karakteristik peningkatan investasi asing yang pesat. Selain itu pertumbuhan ekonomi wilayah mencapai 5,25% di atas ekonomi nasional.

Selain itu dia mengatakan belum ada developer berskala nasional menyasar segmen menengah atas di kawasan. Para pengembang lokal pun hanya mengembangkan rumah menengah bawah. Padahal banyak masyarakat mendambakan rumah eksklusif nyaman tetapi belum menemukan sehingga banyak yang memilih tinggal di ruko.

APLN memang sebelumnya telah masuk Karawang sejak 2011, akan tetapi baru mengembangkan hunian rumah tapak Grand Taruma yang penjualannya mencapai 96%.

Pada saat masuk, Rina mengatakan harga lahan mencapai Rp400.000 meter persegi, namun kini telah mencapai Rp8 juta per meter persegi.

Sehingga dalam proyek terbaru residensial tahun ini, selain Suteki, yakni Taruma City, perusahaan hanya akan menjual 49 unit dengan harga di atas Rp2 miliar serta ruko mulai dari Rp1,8 miliar sampai Rp10 miliar.

“Kami nggak pernah merasa bersaing dengan pengembang lain, karena kami punya pasar sendiri,”katanya.

Tag : agung podomoro land, apln
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top