Tiket Eco Basic Bertentangan dengan Status Kelas Garuda Indonesia

Langkah Garuda Indonesia yang meluncurkan kelas Eco Basic berisiko bertentangan dengan status sebagai maskapai layanan penuh (full service airlines) dan anak usahanya Citilink Indonesia.
Rio Sandy Pradana | 24 Mei 2018 16:17 WIB
Penumpang pesawat udara Garuda Indonesia berjalan menuju pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/9/2014) untuk terbang dengan rute MakassarBau-Bau. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Langkah Garuda Indonesia yang meluncurkan kelas Eco Basic berisiko bertentangan dengan status sebagai maskapai layanan penuh (full service airlines) dan anak usahanya Citilink Indonesia.

Pengamat penerbangan yang juga Anggota Ombudsman Indonesia Alvin Lie mengaku bingung dengan strategi baru Garuda tersebut. Maskapai tersebur berstatus bintang lima, tetapi menjual tiket dengan layanan yang terbatas dan serba dikurangi.

"Ini akan bertentangan dengan fasilitas dan layanan Garuda yang selama ini kita kenal, yakni full service. Mereka mau tetap maskapai bintang lima atau berubah menjadi LCC [low cost carrier]," kata Alvin hari ini Kamis (24/5/2018).

Pihaknya menyarankan Garuda sebaiknya memiliki diferensiasi dengan Citilink yang selama ini fokus pada kelas LCC. Menurutnya, layanan Eco Basic seharusnya bisa didelegasikan kepada Citilink yang sesuai dengan kelas maskapainya.

"Saya justru merasa aneh. Garuda sebagai perusahaan terbuka ini akan mengirim sinyal membingungkan bagi pemegang sahamnya," ujarnya.

Maskapai berkode emiten GIAA meluncurkan kelas penumpang baru, yakni Eco Basic yang diklaim lebih murah dibandingkan dengan harga promosi.

Layanan tersebut masih terbatas pada rute Explore yang menggunakan pesawat ATR 72-600 maupun CRJ 1000 NextGen. Selain itu, jumlah tiket yang dijual pada kelas ini hanya sebanyak 12 seat tiap penerbangan.

Tag : garuda indonesia
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top