Permintaan Gudang Ciputra Meningkat

Permintaan pergudangan DKI Jakarta, tampaknya masih prospektif sejalan dengan meningkatnya kebutuhan distribusi barang yang melalui kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Anitana Widya Puspa | 22 Mei 2018 15:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Permintaan pergudangan DKI Jakarta, tampaknya masih prospektif sejalan dengan meningkatnya kebutuhan distribusi barang yang melalui kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Nararya Sastrawinata, Direktur Ciputra Residence mengatakan pemerintah memprediksi permintaan jasa angkutan udara akan menembus 100 juta penumpang pada tahun 2025.

Data Angkasa Pura menyebutkan sepanjang tahun lalu arus lalu lintas penumpang yang melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai sekitar 60 juta orang.  Sementara studi Center for Aviation menyebut Bandara Indternasional Soekarno – Hatta tiap tahun mengalami pertumbuhan 20%. Ini merupakan bandara dengan pertumbuhan tertinggi di dunia.

"Maka Konsekuensi logis dari pertumbuhan itu, adalah bertumbuhnya bisnis logistik, ekspedisi, dan distribusi barang melalui bandara yang tentunya membutuhkan hardware berupa pergudangan," katanya Selasa (22/5/2018).

Menurut Nararya, sayangnya pasokan pergudangan yang representatif berlokasi dekat bandara sangat terbatas. Padahal kebutuhannya dari waktu ke waktu terus meningkat.

Dia menambahkan untuk mengakomodasi tinggi permintaan gudang multiguna, PT Ciputra Residence mengembangkan Aerolink Boulevard, di kawasan Aeroworld 8 seluas  82 hektare. Proyek ini berjarak hanya 10 menit perjalanan ke Bandara Soekarno - Hatta.

Dia menjelaskan dalam beberapa tahun ke depan, prospek bisnis pergudangan terutama di sekitar bandara memgalami peningkatan.  Kondisi itu terlihat dari pengembangan Aerolink Boulevard Tahap I terserap (sold out) dengan cepat. Selanjutnya Ciputra membuka penjualan Tahap II.

Pada tahap I Aerolink Boulevard, PT Ciputra Residence meliris sekitar 14 unit gudang 2 lantai tipe 70/80 (LT/LB) dengan harga Rp1,9 miliar per unit, terjual habis tidak lebih dari 1 bulan. Di Tahap II kembali ditawarkan 10 unit gudang multiguna dengan kenaikan harga hanya sekitar Rp60 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pergudangan

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top