GMF Libatkan Mitra Eropa & Asia Bangun Bengkel Pesawat di Batam

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk., bakal menggandeng investor dari Eropa dan Asia untuk membangun bengkel pesawat kelas dunia di Batam.
Rio Sandy Pradana & Hendra Wibawa | 21 Mei 2018 17:02 WIB
Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Iwan Joeniarto (tengah), memberikan paparan didampingi Komisaris Utama Helmi Imam Satriyono (kanan), dan Direktur Tazar Marta Kurniawan, saat paparan publik di Jakarta, Senin (11/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, TANGERANG: PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk., bakal menggandeng investor dari Eropa dan Asia untuk membangun bengkel pesawat kelas dunia di Batam.

Direktur Utama Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Iwan Joeniarto mengatakan kedua investor itu akan bergabung dalam model kerja sama tripartit guna membangun pusat perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) di Batam

“[Bengkel pesawat di Batam] sedang dalam tahap pembahasan final dengan partner kami, dibantu oleh Kementerian Perindustrian dan Kemenko Kemaritiman,” katanya saat menerima kunjungan awak redaksi Bisnis Indonesi di kantor pusat GMF Aero Asia Kawasan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang, Senin (21/5/2018).

Dia menjelaskan Kemenperin dan Kemenkomaritim sudah mengarahkan Batam yang merupakan zona perdagangan bebas menjadi pembangunan kawasan industri penerbangan terpadu atau aviation park.

Iwan menyatakan GMF sudah mendapatkan komitmen pemakaian lahan seluas 23 hektare dari BP Batam yang lokasinya dekat dengan Bandara Hang Nadim.

“Jadi kami tidak terbebani konsesi, hanya kena sewa lahan, sehingga menjadi lebih kompetitif,” tegasnya.

Dia menambahkan pemilihan MRO di Batam guna mendekatkan dengan akses pelanggan dari kawasan Eropa dan Timur Tengah. Selain itu, lokasi di Batam sudah memiliki infrastruktur yang memadahi dengan adanya bandara dan pelabuhan. “Batam juga menjadi salah satu lokasi yang paling siap, karena sudah ada bandara dan infrastruktur pendukung seperti kesiapan pelabuhan,” paparnya.

Terkait dengan potensi persaingan dengan Batam Aero Technic (Lion Air Group), Iwan menilai lebih saling berkolaborasi. “Nanti akan saling isi dengan Batam Aero Technic milik Lion Air Group. Bisa sharing kapabilitas dan kapasitas, agar tidak terjadi idle capacity dan double Investment,” paparnya.

Tag : gmf aeroasia
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top