Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penjualan Semen April 2018 Mulai Naik

Beberapa produsen semen mengalami kenaikan penjualan pada April 2018 yang didorong oleh kinerja sektor kontruksi.

Bisnis.com, JAKARTA—Beberapa produsen semen mengalami kenaikan penjualan pada April 2018 yang didorong oleh kinerja sektor kontruksi.

Iskandar Lubis, Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Padang (Persero), mengatakan penjualan semen perseroan yang difokuskan untuk pasar Sumatra pada bulan keempat tahun ini tumbuh 3,7% y-o-y.

Namun, untuk periode Januari—April 2018 tumbuh 12% secara tahunan.

“Yang terasa cukup signifikan peningkatan permintaan itu Lampung dan Sumsel sehubungan dengan pembangunan infrastruktur jalan tol,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (21/5/2018).

Perseroan cukup gembira dengan pertumbuhan tersebut karena di atas proyeksi. Kendati demikian, Iskandar menuturkan untuk bulan-bulan mendatang, yaitu Mei dan Juni, permintaan semen domestik diperkirakan menurun karena puasa dan libur Lebaran seperti yang terjadi setiap tahun.

Antonius Marcos, Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., menyatakan hal yang sama. Penjualan perseroan pada April 2018 masih sejalan dengan budget dan tumbuh di kisaran 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pendorongnya antara lain musim hujan sudah mulai berakhir dan juga beberapa proyek swasta mulai jalan,” ujarnya.

Sepanjang kuartal I/2018, emiten dengan kode saham INTP ini mencatatkan penjualan semen sebesar 4,2 juta ton, sedangkan penjualan pada Maret 2018 sebesar 1,5 juta ton. Sepanjang tahun ini, Indocement menargetkan penjualan semen sebesar 6%.

Sementara itu, berdasarkan laporan penjualan yang dipublikasikan pada situs resminya, Semen Indonesia Group membukukan kenaikan tipis dari penjualan domestik, yaitu tumbuh 0,14% dari 2,290 juta ton menjadi 2,293 juta ton secara tahunan.

Adapun, penjualan total untuk pasar domestik dan ekspor mengalami pertumbuhan 8,7% y-o-y.

Secara industri, berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) konsumsi semen dalam negeri pada April 2018 tumbuh 6% secara tahunan atau sebesar 5,33 juta ton.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan di Sumatra, Banten, dan Jawa Tengah yang masing-masing tumbuh sebesar 12,2%, 12,3%, dan 11,9%. Pulau Sumatra juga mencatatkan konsumsi semen paling besar, yaitu 1,15 juta ton.

Hampir seluruh wilayah mengalami peningkatan konsumsi, kecuali Yogyakarta dan Jawa Timur yang mencatatkan penurunan sebesar 1,3% dan 3,6%. Konsumsi domestik masih terpusat di Pulau Jawa dengan kontribusi 56,70%.

Secara kumulatif, konsumsi semen domestik sepanjang Januari—April 2018 sebesar 21,05 juta ton, naik 6,4% y-o-y dari 19,78 juta ton.

Sementara itu, pada periode yang sama ekspor semen dan clinker masih terus mengalami peningkatan sebesar 110,7% dari 615.005 ton menjadi 1,29 juta ton.

Dengan demikian, secara keseluruhan konsumsi semen domestik dan ekspor tumbuh 9,6% y-o-y pada Januari—April 2018 menjadi 22,35 juta ton.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper