Balitbang PUPR & PT Wijaya Karya Tbk. Kerja Sama Produksi Aspal Buton

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Tbk. memproduksi 2.000 ton aspal Buton lewat ekstraksi pemurnian yang diaplikasikan untuk pekerjaan preservasi dan pembangunan jalan.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 10 Mei 2018  |  12:12 WIB
Balitbang PUPR & PT Wijaya Karya Tbk. Kerja Sama Produksi Aspal Buton
Ilustrasi: Target jalan Beraspal di Papua - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Tbk. memproduksi 2.000 ton aspal Buton lewat ekstraksi pemurnian yang diaplikasikan untuk pekerjaan preservasi dan pembangunan jalan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga memperkirakan produksi aspal Buton tersebut dapat dilakukan pada Juni—Juli 2018.

"Mudah-mudahan kami berhasil dengan ekstraksi pemurnian tersebut karena dengan ekstraksi pemurnian tersebut, nantinya bisa lebih cepat, murah, dan lebih kompetitif karena 99% murni aspal,” kata Danis melalui siaran pers, Kamis (10/5/2018).

Aspal Buton merupakan kekayaan alam Indonesia karena depositnya diperkirakan sebanyak 663 juta ton dengan kandungan bitumen sekitar 132 juta ton.

Aspal Buton tidak persis sama dengan aspal minyak sehingga teknologinya agak berbeda dengan teknologi perkerasan jalan menggunakan aspal minyak.

Teknologi aspal Buton terus dikembangkan baik dari sisi jaminan kualitas dan teknik penghamparan oleh Balitbang Kementerian PUPR di antaranya campuran beraspal dengan aspal Buton, cold paving hot mix asbuton (CPHMA), lapis penetrasi macadam asbuton (LPMA), butur seal, cape buton seal, dan asbuton campuran aspal emulsi.

Tahun ini, penggunaan aspal Buton akan dilakukan pada jalan sepanjang 709 kilometer yang tersebar di ruas jalan di berbagai provinsi dengan jumlah aspal Buton yang dibutuhkan sebanyak 58.879 ton.

Danis mengatakan bahwa penerapan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. 

Penggunaan teknologi aspal Buton sudah dilakukan oleh Kementerian PUPR pada beberapa ruas jalan nasional.

Pada tahun lalu dilakukan replikasi perdana teknologi butur seal dan CPHMA untuk jalan dengan lalu lintas rendah hingga sedang di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini juga sekaligus memperkenalkan teknologi aspal Buton kepada pemda dan penyedia jasa tingkat provinsi, kabupaten, dan desa.

CPHMA adalah produk campuran beraspal siap pakai. Pencampuran dilakukan secara pabrikasi kemudian didistribusikan dalam bentuk kemasan dan selanjutnya dihampar dan dipadatkan secara dingin (pada temperatur udara).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aspal buton, aspal

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top