Gandeng Australia, BPPT Kaji Progam Sapi di Kebun Sawit

BPPT menggandeng Coffey International Development PTY LTD sebagai managing contractor untuk Indonesia Australia Commercial Cattle Breeding Program (IACCB) untuk melakukan kajian program integrasi penggembalaan sapi secara rotasi di sejumlah perkebunan sawit.
Thomas Mola | 27 April 2018 02:26 WIB
Ilustrasi: Peternak menggembalakan sapi di Desa Ngeluk, Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah. - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggandeng Coffey International Development Pty Ltd sebagai managing contractor untuk Indonesia Australia Commercial Cattle Breeding Program (IACCB) untuk mengkaji program integrasi penggembalaan sapi secara rotasi di sejumlah perkebunan sawit.

Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT bersama Coffey International Development, sebagai managing contractor untuk Indonesia-Australia Commercial Cattle Breeding Program (IACCB), menekn nota kesepahaman (MoU) untuk melakukan pengkajian terhadap program integrasi penggembalaan sapi secara rotasi di sejumlah perkebunan sawit di Indonesia.

Deputi Bidang TAB BPPT Soni Solistia Wirawan mengatakan penandatanganan kesepahaman bertujuan mengintegrasikan kegiatan penelitian tentang pengkajian pengembangbiakan sapi di areal perkebunan terhadap produktivitas sawit dan mengurangi dampak negatif penyebaran penyakit pada tanaman sawit.

Menurut dia, selama ini belum pernah ada kajian tentang dampak pengembangan sapi di perkebunan sawit.

“Mungkin kalau satu ekor saja tidak masalah, tapi kalau dalam jumlah besar dan menjadi peternakan bagaimana, ini yang perlu kita cari tahu, melalui kerjasama ini yang akan berlangsung selama 1 tahun,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (26/4/2018).

Soni berharap melalui kerja sama tersebut dapat memberikan suatu rekomendasi sistem pembibitan sapi di dalam areal perkebunan sawit serta dampak integrasi sapi dengan kelapa sawit terhadap produktivitas dan penyebaran penyakit kelapa sawit.

Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Arief Arianto mengatakan perlu ada kajian apakah keberadaan sapi di perkebunan kelapa sawit ini bisa membantu produktivitasnya atau justru merugikan. Hasil kajian tentu bisa menjadi rekomendasi positif untuk menjawab persoalan komersial penggembalaan sapi di perkebunan sawit.

Dia menambahkan kegiatan inovasi teknologi integrasi peternakan sapi dengan perkebunan kelapa sawit dilakukan sejak 2014 dengan tujuan mendukung ketersediaan daging nasional melalui peningkatan populasi ternak sapi.

“Perkebunan sawit sangat berpotensi sebagai penyedia alternatif sumber pakan hijau bagi ternak melalui pemanfaatan pelepah sawit, daun sawit, dan hijauan di bawah pohon sawit,” ujarnya.

Tag : sawit, bppt, sapi perah
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top