Atasi Banjir Rancaekek, Kementerian PUPR Normalisasi Sungai

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan normalisasi Sungai Cikijing dan Cimande serta perbaikan drainase jalan untuk mengatasi banjir di Kawasan Rancaekek.
Irene Agustine | 27 April 2018 23:50 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan normalisasi Sungai Cikijing dan Cimande serta perbaikan drainase jalan untuk mengatasi banjir di Kawasan Rancaekek - Bisnis / Irene Agustine

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan normalisasi Sungai Cikijing dan Cimande serta perbaikan drainase jalan untuk mengatasi banjir di Kawasan Rancaekek.

Lokasi banjir tersebut tepatnya berada di Jalan Raya Cileunyi – Nagrek depan PT. Kahatex. Kawasan Rancaekek yang merupakan kawasan industri di Bandung Tenggara diketahui memang menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan Sungai Cikijing menyempit akibat sedimentasi dari erosi di bagian hulu dan alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman.

Normalisasi Sungai Cikijing dilakukan dengan memperlebar sungai dari 4 meter menjadi 24 meter sepanjang 6,7 km. Selain itu dilakukan pengerukan sedimen sehingga kapasitasnya bertambah,” kata Basuki saat meninjau kawasan Rancaekek, dikutip dari keterangan resmi (27/4/2018).

Selain itu, Basuki mengatakan juga dibangun sebanyak 16 unit gorong-gorong (box culvert), pembangunan jembatan, perkuatan tebing sungai dan pembangunan jalan inspeksi.

Dalam pelaksanaan normalisasi dilakukan pembebasan lahan dimana sudah dilakukan verifikasi, musyawarah, dan akan dilakukan proses pembayaran.

Kementerian PUPR menyediakan anggaran pengadaan tanah sebesar Rp 60 miliar. Progres pekerjaan hingga 22 April 2018 mencapai 5,5% atau lebih cepat dari progres rencana sebesar 1,1%.

Anggaran untuk normalisasi Sungai Cikijing sebesar Rp 84,1 miliar dan ditargetkan selesai Agustus 2018. Sementara untuk normalisasi Sungai Cimande dianggarkan Rp90 miliar untuk penanganan sepanjang 9,4 km dimana sudah dikerjakan 1,7 km.

Selain Sungai Cikijing juga terdapat anak Sungai Cikijing yang melewati kawasan PT. Kahatex yang kerap meluap. Untuk itu dibuat sudetan yang dikerjakan dan dibiayai oleh PT. Kahatex dengan rekomendasi desain dari Kementerian PUPR.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT. Kahatex yang turut berperan aktif dalam upaya mengurangi risiko banjir di Rancaekek sesuai dengan perintah Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla,” jelas Basuki

Selain Sungai Cikijing dan Cimande, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum juga melakukan normalisasi terdahap dua anak Sungai Citarum lainnya yakni Sungai Cikeruh dan Sungai Citarum Hulu untuk mengurangi banjir di kawasan Bandung Selatan .

Basuki juga mengatakan selain kawasan Rancaekek, penanganan juga dilakukan di beberapa titik langganan banjir lainnya yakni Dayeuhkolot dan Baleendah.

Salah satunya, membangun kolam retensi Cieunteung untuk menampung debit banjir Sungai Citarum sehingga mengurangi tinggi dan luas genangan di Dayeuhkolot dan Baleendah.

Kolam retensi seluas 8,7 ha mampu menampung 220 ribu m3 dengan 3 pompa pengendali banjir berkapasitas 3,5 m3/detik dan 1 pompa harian berkapasitas 1,5 m3/detik.

Kementerian PUPR juga membangun 2 terowongan air (tunnel) Nanjung di Kecamatan Margaasih yang mampu mengalirkan debit 469 m3/detik sehingga aliran air dari Sungai Citarum ke Curug Jompong lebih lancar sehingga mengurangi banjir di Baleendah.

Terowongan dibangun masing-masing sepanjang 230 meter dengan diameter 8 meter. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 360 miliar dengan masa konstruksi 2017-2019.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Banjir Rancaekek

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top