Garap Proyek PLTMG 70 MW, Central Daya Energi dan Hyundai Global Service Teken MoU

PT Central Daya Energi, perusahaan yang fokus di bidang pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik, meneken Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Hyundai Global Service Co., Ltd., anak usaha Hyundai Heavy Industries.
Denis Riantiza Meilanova | 27 April 2018 08:07 WIB
Teknisi Pengerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) mengerjakan perawatan jaringan listrik di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - PT Central Daya Energi, perusahaan yang fokus di bidang pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Hyundai Global Service Co., Ltd., anak usaha Hyundai Heavy Industries.

Penandatanganan dalam rangka kerja sama pengoperasian mesin untuk proyek pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) dengan total kapasitas 70 megawatt (MW) di Indonesia Timur.

Direktur Central Daya Energi Muhammad Ravi mengatakan proyek tersebut merupakan proyek PLTMG Paket 2 yang dilelang PT PLN (Persero).

"Lokasinya di tujuh sebaran Indonesia bagian timur. Masing-masing kapasitasnya 10 MW jadi total ada 70 MW," ujar Ravi di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Secara rinci, proyek tersebut terdiri dari PLTMG Nunukan 2 untuk PLN wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, PLTMG Waingapu dan PLTMG Alor di Nusa Tenggara Timur, PLTMG Namlea, PLTMG Saumiaki, dan PLTMG Dobo untuk wilayah PLN Maluku dan Maluku Utara, serta PLTMG Serui untuk PLN wilayah Papua dan Papua Barat.

Ravi menjelaskan proyek tersebut dikerjakan bersama dengan PT Truba Jaya Engineering yang akan membangun pembangkitnya, dan Hyundai Heavy Industries Co., Ltd untuk pengadaan mesinnya. Sedangkan, Central Daya Energi bertugas melakukan pengoperasian selama 5 tahun sebelum nantinya diserahkan kepada PLN.

"Ini kontrak 5 tahun. Setelah itu dikembalikan ke PLN. Dioperasikan 5 tahun untuk jamin pembangkit listrik dibangun dengan handal sehingga tidak ada keraguan bagi PLN," katanya.

Ravi mengungkapkan total investasi untuk kegiatan operasional proyek tersebut selama 5 tahun sekitar Rp500 miliar. Begitu pula untuk nilai proyek pengadaan mesinnya kurang lebih berkisar Rp500 miliar.

Pembangkit ditargetkan dapat beroperasi atau mencapai commercial operation date (COD) pada Maret 2019.

Tag : listrik
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top