Unggas Lestari Unggul Incar Pasar Asia Tenggara

PT Unggas Lestari Unggul (ULU) menjajaki mengekspor produk ayam khasnya yaitu ayam ulu ke negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Timor Leste. Namun terkendala oleh hubungan bilateral antar negara.
Pandu Gumilar | 24 April 2018 16:24 WIB
Ilustrasi - ANTARA/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA - PT. Unggas Lestari Unggul (ULU) menjajaki mengekspor produk ayam khasnya yaitu ayam ulu ke negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Timor Leste. Namun terkendala oleh hubungan bilateral antar negara.

Pimpinan PT ULU Sahudin mengatakan pihaknya sudah melakukan negosiasi dengan pelaku usaha dan pemerintah di Malaysia. Namun belum membuahkan hasil karena terkendala oleh hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia.

“Kita akan coba ekpsor ke malaysia, tapi malaysia itu hanya bisa [menerima] ayam olahan. Kita usahakan dalam waktu dekat [bisa ekspor]. Tapi G2G [governance to governance] itu masih susah,” katanya pada Selasa (24/4/2018).

Namun dia yakin jika duta besar Indonesia atas Malaysia akan membukakan jalan baginya agar bisa mengekspor produk ayam ULU ke negeri Jiran seperti yang dilakukan oleh Duta Besar Indonesia atas Malaysia.

Malaysia, sejauh ini, hanya menerima produk ayam olahan. Bukan ayam hidup atau pun telur. Sahudin pun mengatakan ULU sudah memiliki industri ayam olahan untuk bisa mencengkram pasar luar negeri.

Selain Malaysia, ULU juga menargetkan untuk bisa mengekspor ke Singapura, Brunei Darussalam dan Timor Leste.

“Brunei juga rencananya ekspor kesana. Kita mau tahu disana dia butuhnya apa, telur atau ayam. Kita melakukan pendekatan kesana, di lapangan gimana ini butuhnya gimana,” katanya.

Kapasitas produksi DOC ayam ulu kurang lebih 1,5 juta ekor per tahun dengan proyeksi produksi akan ditingkatkan menjadi 2,2 juta ekor per tahun padda 2018 dan 4,8 juta ekor ayam di tahun 2019.

Tag : ayam
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top