Harga Pakan Ikan: Cargill Masih Menghitung Dampak Kurs terhadap Biaya Produksi

Produsen pakan ikan PT Cargill Indonesia masih menghitung dampak pelemahan rupiah terhadap kenaikan biaya produksi. Perusahaan asal Amerika Serikat itu belum memutuskan kenaikan harga jual.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 24 April 2018  |  15:51 WIB
Harga Pakan Ikan: Cargill Masih Menghitung Dampak Kurs terhadap Biaya Produksi
Pakan Ikan - Ilustrasi

Bisnis,com, JAKARTA - Produsen pakan ikan PT Cargill Indonesia masih menghitung dampak pelemahan rupiah terhadap kenaikan biaya produksi. Perusahaan asal Amerika Serikat itu belum memutuskan kenaikan harga jual.

Cargill tidak menutup kemungkinan penaikan harga jual, tetapi perusahaan sejauh ini masih memantau pergerakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Soal imbas penguatan greenback terhadap pembelian bahan baku, Cargill masih menggunakan persediaan bahan yang dibeli 1-2 bulan lalu.

"Cargill saat ini dalam posisi menghitung dan melihat perkembangan ke depan perubahan nilai tukar [rupiah]," kata Manager Corporate Communication Satria Wardaja saat dihubungi, Selasa (24/4/2018).

Seperti diketahui, kandungan impor pakan perikanan budi daya cukup mendominasi. Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) mencatat kandungan impor pakan ikan 65%, sedangkan pakan udang 89%.

Beberapa bahan pakan yang harus diimpor a.l. tepung daging-tulang (meat-bone meal), tepung unggas (poultry meat meal), bungkil kedelai (soybean meal), tepung gluten jagung (corn gluten meal), dan minyak ikan (fish oil).

Di samping pakan ternak, Cargill selama ini memproduksi pakai ikan, terutama ikan budi daya air tawar, seperti lele, gurami, nila, patin, dan mas. Namun, perseroaan enggan menyebutkan bahan baku apa saja yang diimpor dan volume produksi pakan ikan per tahun.

Sebelumnya, PT Cheil Jedang (CJ) Feed Indonesia berencana menaikkan harga jual pakan ikan 3,8% mulai 1 Mei menyusul kenaikan biaya produksi akibat tren depresiasi rupiah dan lompatan harga bahan baku.

Menurut General Manager Sales PT Cheil Jedang (CJ) Feed Indonesia Haris Muhtadi, terjadi penguatan dolar AS ditambah kenaikan harga tepung kedelai (soybean meal) dan vitamin membuat biaya produksi pakan naik 5,4%.

Di sisi lain, GPMT menyatakan keputusan penaikan harga pakan ikan diserahkan kepada setiap produsen pakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pakan ikan

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top