Puradelta Garap Unit Tambahan Rental Factoring di Kota Deltamas

PT Puradelta Lestari Tbk akan menggarap unit tambahan sewa pergudangan atau rental factoring di kawasan terpadu Kota Deltamas.
Finna U. Ulfah | 23 April 2018 17:46 WIB
Kota Delta Mas di Cikarang - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Puradelta Lestari Tbk akan menggarap unit tambahan sewa pergudangan atau rental factoring di kawasan terpadu Kota Deltamas.

Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk Hongky J. Nantung mengatakan perusahaan akan mengembangkan unit baru rental factoring seiring dengan meningkatnya minat rental factoring dengan tersewanya seluruh rental factoring yang tersedia.

“Dalam waktu dekat, kami akan memulai membangun lagi 2 hingga 4 unit untuk disewakan dan akan dikerjakan sendiri oleh Deltamas,” ujar Hongky saat Paparan Publik RUPS PT Puradelta Lestaro Tbk di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Deltamas memiliki 5 unit rental factoring yang memiliki dua tipe bangunan. Unit terkecil dengan luas bangunan 1.068 meter persegi dengan luas tanah 1.700 meter persegi sedangkan unit terbesar memiliki luas dua kali dari unit terkecil yang ada.

Tondy Suwanto, Direktur Independen PT Puradelta Lestari Tbk, mengatakan dibangunnya rental factoring sebagai bagian dari pendapatan berkelanjutan dengan total pendapatan sewa pada 2017 sebesar Rp3 miliar, naik 216% dibandingkan dengan 2016 sebesar Rp1 miliar.

Selain itu, Tondy mengatakan tujuan dari pembangunan rental factoring juga berdasarkan minat investor dan produsen sebagai supplier atau vendor dari pabrik besar yang dibangun di Kota Deltamas.

“Mereka [investor dan produsen] kebanyakan inginnya cepat produksi, sehingga mereka mau sewa dulu kemudian jika berkembang bisnisnya akan membeli lahan di Kota Deltamas dan membangun bangunan yang permanen,” ujar Tondy.

Sementara itu, menurut hasil riset konsultan bisnis properti, Jones Lang LaSalle pada kuartal I tahun ini pergudangan atau warehouse mengalami kenaikan permintaan.

Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, James Taylor mengatakan saat ini stok modern warehouse tercatat sebanyak 1,3 juta meter persegi.

JLL Indonesia juga memprediksi pasokan yang dibutuhkan pada masa yang akan datang sekitar 500.000 meter persegi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pusat logistik berikat

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top