Pasokan Kepiting Balikpapan Tak Terpengaruh Kebocoran Minyak

Pasokan kepiting di Balikpapan, Kalimantan Timur, tidak terpengaruh oleh tumpahan minyak di Teluk Balikpapan akibat kebocoran pipa Pertamina.
Sri Mas Sari | 10 April 2018 14:10 WIB
Ratusan warga berkumpul untuk membersihkan pesisir Pantai Kilang Mandiri di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (4/4). Masyarakat bersama instansi pemerintah dan aparat keamanan setempat membersihkan beberapa pantai wisata di kota tersebut guna memulihkan kondisi pesisir Balikpapan yang tercemar tumpahan minyak. ANTARA FOTO - Sheravim

Bisnis.com, JAKARTA - Pasokan kepiting di Balikpapan, Kalimantan Timur, tidak terpengaruh oleh tumpahan minyak di Teluk Balikpapan akibat kebocoran pipa Pertamina.

Pelaksana Tugas Ketua Asosiasi Pengusaha Kepiting Balikpapan Andi Daud Yusuf mengatakana kepiting bakau relatif kebal karena sejak dulu berinteraksi dengan minyak.

Lokasi Teluk Balikpapan berdekatan dengan kilang minyak Pertamina Balikpapan. Jalur perairan itu juga padat oleh lalu-lalang kapal pengangkut bahan bakar, seperti tangker dan tugboat batu bara.

"Kepiting budi daya mungkin enggak bisa tahan. Kalau yang liar tahan. Nah, sebagian besar pasokan di Balikpapan ini 95% dari liar. Jadi, kuat saja kalau menyangkut tumpahan minyak ini," kata Andi saat dihubungi, Selasa (10/4/2018).

Menurut dia, memang ceceran minyak mencemari keramba kepiting laut di Kariangau, Balikpapan, dan merugikan petambak. Namun, menurut Andi, restoran di Balikpapan tidak mengandalkan suplai dari kecamatan itu karena berbeda kualitas.

Dia menyebutkan pasokan dari semua sentra kepiting di Kaltim ke Balikpapan sekitar 5-10 ton per hari saat air pasang atau 1-3 ton per hari saat air surut. Khusus dari Balikpapan, volume pasokan 500-600 kg per hari.

Kepiting itu kemudian dipasok lagi ke restoran setempat, dijual ke luar provinsi, atau diekspor, dengan harga jual Rp80.000 per kg. Andi mengatakan sekitar 3 ton per hari atau sebagian besar kepiting yang dikumpulkan di Balikpapan dipasok ke restoran setempat. Seperti diketahui, Balikpapan merupakan pusat kuliner kepiting bakau.

"Kami prioritaskan restoran di Balikpapan sebelum kami kirim ke lokal dan luar negeri," katanya.

Tumpahan minyak dari pipa Pertamina yang bocor sejak 31 Maret diketahui telah mencemari 12.000 hektare perairan Teluk Balikpapan.

Tag : minyak, tumpahan minyak, kepiting
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top