AirNav Indonesia Investasi Rp149 Miliar untuk Bandara Jawa Barat

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia telah berinvestasi sebanyak Rp149 miliar untuk operasional di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Majalengka.
Rio Sandy Pradana | 31 Maret 2018 12:56 WIB
Foto aerial proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Rabu (28/3). Jelang operasional BIJB pada Mei 2018, proyek pembangunan fisik Bandara BIJB yang saat ini telah mencapai 91,2 persen dan ditargetkan rampung pada April mendatang. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia telah berinvestasi sebanyak Rp149 miliar untuk operasional di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Majalengka.

Corporate Secretary AirNav Indonesia Didiet K. S. Radityo mengatakan investasi tersebut terdiri dari Rp109 miliar untuk peralatan communication, navigation, surveillance and automation (CNS-A) dan Rp40 miliar untuk pembangunan tower ATC.

Adapun, personel navigasi penerbangan, pada tahap awal akan ditempatkan sembilan orang ATC, tiga orang aeronautical communication (COMM), enam orang teknisi CNS (communication, navigation, surveillance) dan satu orang pendukung teknisi.

"Total sudah senilai Rp149 miliar," kata Didiet, Sabtu (31/3/2018).

Dia menambahkan perkembangan pembangunan tower air traffic control (ATC) sudah rampung dan tinggal penyelesaian beberapa hal kecil. Personel navigasi penerbangan juga sudah disiapkan, termasuk program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian.

Proses validasi prosedur navigasi bandara baru tersebut juga telah dilakukan dengan menguji delapan prosedur penerbangan.

Pengujian dilakukan dengan menggandeng Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menggunakan pesawat udara Beechcraft King Air B350-i dengan registrasi PK CAP.

AirNav melayani navigasi penerbangan di 285 titik layanan di seluruh Indonesia. Selain itu, AirNav juga melakukan pelayanan navigasi penerbangan di sejumlah ruang udara negara lain.

Luas ruang udara Indonesia adalah 1.476.049 NM (teritorial), sementara AirNav melayani Flight Information Region (FIR) seluas 2.219.629 NM (Nautical Mile).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
AirNav

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top