Menhub: Ekspor Langsung Perlu Pertimbangan Skala Ekonomi

Kementerian Perhubungan perlu melakukan kajian secara hati-hati untuk membuat pelabuhan bisa melakukan kegiatan ekspor langsung.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 16 Maret 2018 08:06 WIB
Terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan perlu melakukan kajian secara hati-hati untuk membuat pelabuhan bisa melakukan kegiatan ekspor langsung.

Pasalnya, infrastruktur yang dimiliki Indonesia dianggap kurang memadai untuk melakukan ekspor logistik ke tujuan seperti Jepang, Eropa, hingga AS.  

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan ekspor langsung ke semua negara memang bagus, tapi perlu juga dipertimbangkan seberapa besar skala ekonominya.

Jika kapasitasnya kecil, maka hanya bisa dilakukan oleh pelabuhan yang dekat. Tetapi, hal ini justru menguntungkan negara lain karena pelabuhan tersebut dapat dijadikan hub atau pelabuhan pengumpul.

“Kita harus menciptakan hub baru, kita harus berpikir sebagai negara besar. Sekarang kita membuat kapasitas Tanjung Priok lebih besar, kita dengan angka tujuh juta itu hebat. Tetapi, ternyata itu masih sedikit kalau dibandingkan negara lain,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Oleh karena itu, Budi Karya meminta agar Pelindo II dan, khususnya, Pelindo III untuk mengonsolidasikan barangnya di Pelabuhan Tanjung Priok agar dapat menarik kapal-kapal besar untuk datang. Sehingga, nilai ekspor komponen kapal menjadi relatif lebih murah.

“Kalau punya 2.000 TEUS enggak bisa jauh kemana-mana, paling ke Singapura. Kalau bisa harus 8.000-9.000 TEUS, itu bisa ke Eropa, langsung ke AS dan ke Jepang,” tuturnya.

Tidak hanya kapal angkut barang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga berencana memperbanyak jumlah pelabuhan dan menambah kapasitas pelabuhan eksisting.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah daerah sangat bersemangat untuk menjadikan pelabuhan terutama di wilayah Timur bisa melakukan ekspor langsung.

“Ambon, Ternate, Tidore, masyarakatnya serta pemerintah daerahnya sangat eager kalau mereka bisa ekspor langsung karena ke Jepang itu lebih dekat. Tentunya, ini membutuhkan pelabuhan yang bagus. Hal-hal seperti ini seharusnya sudah bisa dideteksi,” paparnya.

Tag : ekspor
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top