Siasati Dampak Depresiasi Rupiah, Sriwijaya Air Efisiensi Internal

Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group, Agus Soedjono mengatakan pelemahan rupiah selalu memberikan dampak yang besar terhadap industri penerbangan.
Rio Sandy Pradana | 14 Maret 2018 18:35 WIB
Pesawat Sriwijaya Air di Bandara Silangit di Tapanuli Utara, Sumatra Utara. - Bandara Silangit Antara/M. Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA--Sriwijaya Air Group akan melakukan efisiensi di ranah internal perusahaan tanpa mengurangi tingkat keamanan penerbangan guna menyiasati dampak pelemahan rupiah.

Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group, Agus Soedjono mengatakan pelemahan rupiah selalu memberikan dampak yang besar terhadap industri penerbangan.

Dia menjelaskan hampir sebagian besar pengeluaran maskapai penerbangan menggunakan mata uang dolar AS, sedangkan pemasukannya rupiah. Baik saat low season maupun peak season, depresiasi rupiah sangat berdampak.

"Kami akan lakukan efisiensi internal, tetapi tidak mengorbankan atau mengurangi kualitas layanan terhadap penumpang. Perhatian terhadap safety tidak akan kami kurangi," kata Agus, Rabu (14/3/2018).

Kurs tengah Bank Indonesia sempat mencapai level Rp13.303 per dollar AS pada 26 Januari 2018. Namun, angka tersebut terus mengalami pelemahan hingga Rp13.739 per dolar AS per hari ini, Rabu (13/3/2018).

Rupiah di pasar spot hari ini ditutup menguat 0,13% atau 18 poin ke posisi Rp13.734 per dolar AS. Akan tetapi nilai tersebut masih jauh di atas proyeksi perusahaan maskapai, yakni Rp13.500 per dolar AS.

Tidak hanya terhadap biaya perawatan pesawat, kondisi ini akan menyebabkan biaya bahan bakar meningkat karena maskapai membayar sebagian besar belanja dengan menggunakan mata uang dolar AS.

Tag : sriwijaya air
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top