Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pengamat : Jokowi Belum Mau Setujui Holding Migas. Ini Alasannya

Holding BUMN migas antara PT Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara tinggal menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo. Bahkan, Jokowi dinilai belum mau menyetujui gagasan tersebut.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 09 Maret 2018  |  22:23 WIB
Pengamat : Jokowi Belum Mau Setujui Holding Migas. Ini Alasannya
Presiden Joko Widodo - Antara/Puspa Perwitasari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Holding BUMN migas antara PT Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara tinggal menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo. Namun, Jokowi dinilai belum mau menyetujui gagasan tersebut.

Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen Agus Pambagio menilai wajar jika Jokowi belum mau menyetujui hal tersebut.

Menurutnya, Presiden menyadari ada banyak pro dan kontra holding BUMN Migas yang membuatnya ragu untuk merestui pembentukannya.

"Dari informasi yang saya ketahui, Presiden minta supaya masalah hukum antara Pertamina dan PGN diselesaikan terlebih dahulu," kata Agus, Jumat (9/3/2018).

Menurutnya, holding merupakan suatu langkah yang inkonstitusional yang tidak diinginkan Jokowi. Konsep holding BUMN migas berbeda dengan konsep Revisi UU Minyak dan Gas Bumi oleh DPR.

“Karena dalam konsep kelembagaan dalam RUU Migas, struktur yang dibentuk jauh berbeda dengan adanya Badan Usaha Khusus (BUK) di bidang hulu dan hilir migas,” kata Agus.

Aspek lain yang juga mengganjal Jokowi menurut Agus adalah adanya potensi konflik kepentingan dalam tubuh holding itu. Hal ini karena mekanisme pembentukan holding BUMN migas dilakukan secara inbreng saham. Saham pemerintah di PT PGN sebesar 54% akan diambil alih oleh Pertamina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Holding Migas
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top