Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WTON Berencana Tingkatkan Kapasitas Pabrik Beton di Makassar

PT Wijaya Karya Beton Tbk. menargetkan perluasan kapasitas pabrik beton di Makassar menjadi 400.000 ton500.000 ton akan menambah total kapasitas pabrik perseroan menjadi 3,60 juta ton.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 06 Maret 2018  |  08:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya Beton Tbk. menargetkan perluasan kapasitas pabrik beton di Makassar menjadi 400.000 ton—500.000 ton akan menambah total kapasitas pabrik perseroan menjadi 3,60 juta ton.

Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) Yuherni Sisdwi mengatakan bahwa pihaknya masih menghitung kebutuhan kapasitas dan nilai investasi untuk pabrik di Makassar.

Rencananya, optimalisasi pabrik itu akan dimulai pada pada Mei atau Juni 2018. Saat ini, ada dua pabrik di Makassar dengan kapasitas 210.000 ton/tahun.

Menurut Yuherni, produk hasil perluasan pabrik rencananya digunakan untuk menyokong permintaan proyek di wilayah Indonesia bagian timur, terutama di Kota Makassar.

“Pabrik beton di Makassar masih tetap on the track, tetapi kami masih hitung tepatnya tambahan kebutuhan kapasitas. Kebutuhan investasi mungkin di kisaran Rp150 miliar—Rp300 miliar,” kata Yuherni kepada Bisnis, Senin (5/3/2018).

Rencananya, pabrik tersebut memproduksi produk beton pracetak nonputar. Penambahan kapasitas pabrik ditargetkan dapat meningkatkan produksi beton perseroan secara total dari 3,30 juta ton saat ini menjadi sekitar 3,60 juta ton/tahun yang dihasilkan dari 10 pabrik.

Adapun, Yuherni menargetkan penyelesaian perluasan pabrik di wilayah Indonesia bagian timur tersebut dapat kelar pada tahun ini. “Harus kelar tahun ini juga, mungkin butuh waktu hanya 4 bulan!”

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa optimalisasi pabrik beton di Majalengka kemungkinan belum dilakukan pada tahun ini karena sifatnya hanya intensifikasi dengan perkiraan penambahan kapasitas tidak terlalu besar.

“Lahannya sudah tersedia, masih dimungkinkan menambah dua jalur produksi, tapi sepertinya belum untuk tahun ini. Di Majalengka itu sifatnya hanya intensifikasi tidak terlalu besar naik hanya sekitar 3%—5% saja dari kapasitas existing,” jelasnya.

Sebelumnya, WTON menggelontorkan Rp162 miliar untuk optimalisasi pabrik di Lampung Selatan yang memproduksi produk beton putar, salah satunya tiang pancang.

Direktur Keuangan WTON Mohammad Syafii mengatakan bahwa perseroan menganggarkan Rp680 miliar untuk belanja modal sepanjang tahun ini. Dari jumlah itu, 55% difokuskan untuk peningkatan kapasitas pabrik di sejumlah wilayah.

“Dari nilai capex [capital expenditure], sebanyak 55% itu untuk peningkatan kapasitas, sedangkan 45% sisanya ada untuk perusahaan anak dan tambah fasilitas di ready mix [beton cair],” katanya, belum lama ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Beton Pracetak
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top