Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Persepsi Positif tentang NKRI Penting untuk Geliat Ekonomi

Pengalaman panjang sebagai duta besar membuat Djauhari Oratmangun, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat China merangkap Mongolia, menyadari betul pentingnya persepsi.
Fitri Sartina Dewi, Kurniawan A. Wicaksono & Thomas Mola
Fitri Sartina Dewi, Kurniawan A. Wicaksono & Thomas Mola - Bisnis.com 01 Maret 2018  |  08:30 WIB
Persepsi Positif tentang NKRI Penting untuk Geliat Ekonomi
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah lakukan kunjungan kehormatan kepada Premier China, Li Keqiang, Beijing, Jumat (9/2 - 2018). Menlu RI menekankan kerjasama ekonomi harus menguntungkan kedua pihak.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengalaman panjang sebagai duta besar membuat Djauhari Oratmangun, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat China merangkap Mongolia, menyadari betul pentingnya persepsi. Menurutnya, dengan persepsi yang positif meningkatkan kerja sama antarnegara menjadi lebih mudah.

“Sejauh ini bagi saya adalah masalah persepsi. Kita berkompetisi dengan negara lain yang ingin menarik investasi, dan menarik perdagangan dengan China, karena negara tersebut punya sekitar US$3 triliun lebih cadangan devisa,” ujarnya kepada Bisnis.

Djauhari menuturkan untuk membentuk persepsi positif, pendekatan people-to-people memainkan peran vital. Selain itu, strategi komunikasi yang baik menjadi senjata lain untuk membangkitkan persepsi positif.

Salah satu cara yang disiapkan mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia dan Belarus ini ialah meningkatkan kerja sama bidang pendidikan, kebudayaan, dan pertukaran media. Selai itu, KBRI Beijing juga bakal aktif memanfaatkan jejaring sosial untuk memberikan gambaran positif tentang hubungan diplomatik kedua negara.

Seperti diketahui, Indonesia berambisi menarik sebanyak mungkin wisatawan asal China. Sayangnya, salah satu kendala yang sering disebutkan ialah adanya sentimen anti China di Indonesia. Padahal persepsi seperti itu tidak sepenuhnya benar jika kedua warga negara saling mengenal lebih dekat.

Djauhari melanjutkan baik Indonesia maupun China tentu ingin memiliki hubungan diplomatis yang baik, yang memberikan dampak positif bagi kedua negara. Indonesia sebagai salah satu negara besar di Asean harus cepat memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi China.

“Kalau bukan kita yang menarik manfaat dari situ, maka negara lain yang akan menarik manfaat tersebut. Dengan persepsi yang positif, maka manfaat yang diambil bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, menyerap lapangan pekerjaan dan lain-lain,” imbuh duta besar yang sempat bercita-cita menjadi petinju ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china rubrik ambassador

Sumber : Bisnis Indonesia

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top