Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Properti Kelas Menengah Atas Cenderung Tertekan

Belum pulihnya pasar properti perlu diwaspadai lantaran berisiko menimbulkan imbas negatif terhadap peringkat perusahaan di sektor tersebut.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 Februari 2018  |  13:36 WIB
Proyek rumah mewah. - Ilustrasi/Bisnis.com
Proyek rumah mewah. - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA-- Belum pulihnya pasar properti perlu diwaspadai lantaran berisiko menimbulkan imbas negatif terhadap peringkat perusahaan di sektor tersebut.

Vonny Widjadja, Direktur Pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), mengatakan bahwa sejumlah emiten dari sektor PROPERTI mengalami penurunan peringkat dan saat ini mendapatkan outlook negatif. Mereka adalah PT Agung Podomoro Land Tbk., PT Duta Anggada Realty Tbk., PT Modernland Realty Tbk., DAN PT Summarecon Agung Tbk..

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan memperkirakan sektor properti masih cenderung tertekan pada tahun ini, terutama untuk perusahaan yang menyasar konsumen kelas menengah ke atas.

Managing Director Ciputra Grup Harun Hajadi mengatakan memang saat ini ada beberapa emiten yang pencapaiannya kurang bagus,sehingga rawan peringkatnya diturunkan. Apalagi jika EBITDA-nya terganggu sehingga kemampuan membayar utang menjadi terganggu.

"Tetapi ada juga yang tingkat gearing-nya masih kecil, misalnya debt to equity ratio masih dibawah 100%, kan masih tidak mengapa walaupun industri performance tidak bagus," katanya kepada Bisnis.com Senin (12/1).

Menurutnya, diturunkannya peringkat hanya dikarenakan pertimbangan kemampuan sebuah perusahaan membayar hutangnya bukan semata-mata karena performance. Bahkan Jika sebuah perusahaan kunerjanya kurang bagus, utangnya kecil dibandingkan ekuitasnya berarti tidak mengancam kemampuan perusahaan membayar utangnya, maka peringkatnya tak akan terganggu.

Saat ini tambah dia kinerja industri properti memang harus lebih kreatif supaya dapat meningkat penjualannya. Oleh karenanya Ciputra berupaya melakukan diverdifikasi proyek secara grografis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah mewah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top