Ternyata, Kemacetan Jadi Berkah Buat Pergudangan

SCI menilai sektor pergudangan yang tumbuh selaras dengan transportasi mendapat berkah dari kemacetan lalu lintas.
Rivki Maulana | 09 Februari 2018 17:01 WIB
Ilustrasi aktivitas pergudangan - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pendidikan dan riset logistik Supply Chain Indonesia (SCI) menilai sektor pergudangan yang tumbuh selaras dengan transportasi mendapat berkah dari kemacetan lalu lintas.

Utilisasi armada yang tidak optimal karena kemacetan di jalan membuat pemilik barang perlu menambah gudang sebagi tempat penyimpanan.

Chairman SCI, Setijadi, mengatakan gudang sangat diperlukan dalam rantai produksi ataupun distribusi barang. Dia menambahkan fungsi infrastruktur yang belum optimal menyebabkan kemacetan yang berujung pada kenaikan permintaan gudang.

"Pabrik harus ada gudang untuk stok bahan baku, distributir sampai pengecer juga perlu gudang untuk finish good [barang jadi]. Jadi, saat transportasi tumbuh, pergudangan juga ikut naik," jelasnya kepada Bisnis.com pada Jumat (9/2/2018).

Sebagaimana diketahui, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,49% sepanjang 2017, lebih tinggi dari pertumbuhan pada 2016 sebesar 7,74%.

Setijadi yakin pertumbuhan sektor ini tak lepas dari kinerja sektor perdagangan yang juga mencatat tren percepatan, dari pertumbuhan 3,93% du 2016 menjadi 4,44% di 2017.

Dia menuturkan sektor perdagangan tetap tumbuh meskipun laju konsumsi rumah tangga melandai karena basis penduduk yang besar.

Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat 4,95% atau yang terendah dalam 5 tahun terakhir. Konsumsi rumah tangga merupakan penopang 56,13% pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Secara khusus, Setijadi menilai tren dagang-el (e-commerce) juga memicu pertumbuhan transportasi. Dia menjelsakan dagang-el telah membuat peta jalur distribusi mengarah langsung ke konsumen (business to customer/B to C) dari sebelumnya antarperusahaan atau business to business (B to B).

Sebelumnya, perusahaan riset dan konsultan properti, Savills Plc mengestimasi kebutuhan ruang gudang logistik bakal bertambah sekitar 240.000 m2 di 2021 mendatang. Kebutuhan meningkat sejalan dengan ekspansi perusahaan e-commerce.

Berdasarkan laporan Savills edisi Desember 2017, ekspansi e-commerce bakal menjadi penopang baru sektor logistik dan memberi warna baru karena sebelumnya logistik hanya melayani perusahaan manufaktur.

Saat ini perusahaan e-commerce baru memberikan kontribusi 3% terhadap total pasokan gudang logistik seluas 8,1 juta m2.

Sumbangsih nilai penjualan e-commerce terhadap total penjualan ritel baru 1%. Namun, dengan pertumbuhan 20% per tahun, kontribusi e-commerce diperkirakan menjadi 7%-8% atau senilai US$14,47 miliar pada 2021 atau meningkat 2,08 kali.

Tag : pergudangan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top