Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengusaha Alat Berat Minta Kejelasan Aturan

Asosiasi Pengusaha dan Pemilik Alat Konstruksi Indonesia meminta supaya pemerintah melakukan sertifikasi alat berat sebagai pendukung kelancaran pembangunan proyek infrastruktur.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 29 Januari 2018  |  07:12 WIB
Suasana pembangunan di kawasan perumahan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/12). - ANTARA/Raisan Al Farisi
Suasana pembangunan di kawasan perumahan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/12). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha dan Pemilik Alat Konstruksi Indonesia meminta supaya pemerintah melakukan sertifikasi alat berat sebagai pendukung kelancaran pembangunan proyek infrastruktur.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha dan Pemilik Alat Konstruksi Indonesia (Appakasi) Sjahrial Ong mengatakan bahwa selama ini aturan terkait dengan standardisasi, registrasi hingga pengelolaan alat berat masih belum jelas.

Di negara maju, alat berat dikelola oleh pemerintah. Menurutnya, pemerintah di Indonesia harusnya membina dan mendukung asosiasi alat berat.

Saat ini asosiasi yang speasialis banyak yang gulung tikar atau mati, sedangkan asosiasi generalis makin berkembang.

"Di Indonesia terjadi itu, dengan UU Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi itu diharapkan sudah lebih tertata. Di sini banyak aturan, tapi kurang bisa diperjelas," ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Appaksi tak menampik standardisasi dan sertifikasi alat berat pun belum dilakukan oleh pemerintah.

Pemerintah pun masih melalukan registrasi alat berat yang saat ini baru mencapai 15% dari kurang lebih 70.000 alat berat yang ada.

Menurut Sjahrial, peraturan terkait dengan registrasi alat berat ini masih mengalami ketidakjelasan sehingga membuat pemilik alat berat enggan mendaftarkan atau meregistrasi alat berat yang dimilikinya. "Selama ini registrasi alat berat ini dipersulit!"

Sjahrial menambahkan bahwa kecelakaan saat pengerjaan proyek kerap kali terjadi juga karena belum sepenuhnya dilakukan registrasi dan standarisasi peralatan berat yang digunakan.

Selain itu, di bagian operator atau pengguna alat berat diperlukan pelatihan khusus. Di Malaysia, operator alat berat diberi pelatihan di sekolah khusus dan diberi surat izin mengoperasikan alat tersebut.

"Pelatihan operator itu di sekolah khusus sehingga tak hanya dapat SIM [surat izin mengemudi], tapi kemampuannya juga memang terbukti," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat berat sertifikasi
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top