Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Kerek Bea Impor AS, LG Electronics Angkat Harga Mesin Cuci

Pemerintah AS akan memberlakukan tarif sebesar 20% terhadap 1,2 juta mesin cuci impor pertama pada tahun pertama, dan tarif 50% untuk mesin cuci berikutnya.
Renat Sofie & Aprianto Cahyo
Renat Sofie & Aprianto Cahyo - Bisnis.com 25 Januari 2018  |  15:23 WIB
Perakitan mesin cuci di pabrik LG, Legok, Tangerang, Banten, Kamis (26/2/2015)./Antara - M Agung Rajasa
Perakitan mesin cuci di pabrik LG, Legok, Tangerang, Banten, Kamis (26/2/2015)./Antara - M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – LG Electronics Inc. berencana menaikkan harga sebagian besar mesin cucinya di Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil beberapa hari setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memutuskan untuk mengenakan bea masuk pada impor mesin cuci.

Dalam pernyataan yang dipublikasi kepada para peritel, perusahaan elektronik ternama asal Korea Selatan tersebut menerangkan bahwa pengenaan bea masuk oleh pemerintah AS akan mempengaruhi sebagian besar jenis mesin cuci. Meski demikian, LG masih belum menyebutkan besaran kenaikan harga yang dimaksud.

Pada Senin (22/1/2018), Trump menyetujui rekomendasi untuk menerapkan bea masuk terhadap impor mesin cuci, menyusul temuan Komisi Perdagangan Internasional (International Trade Commission/ITC) AS bahwa impor produk ini menjadi penyebab kerugian serius terhadap produsen dalam negeri.

Pemerintah AS akan memberlakukan tarif sebesar 20% terhadap 1,2 juta mesin cuci impor pertama pada tahun pertama, dan tarif 50% untuk mesin cuci berikutnya.

Rekomendasi ITC yang dimaksudkan untuk melindungi produsen di AS, termasuk Whirlpool Corp., disusun pada November untuk menahan Samsung Electronics Co. Ltd. dan LG agar tidak membanjiri pasar AS dengan mesin cuci yang murah.

Trump mengabaikan rekomendasi dari ITC untuk mengecualikan mesin cuci produksi Korea Selatan buatan LG dari pengenaan bea masuk tersebut.

Untuk mengantisipasi langkah tersebut, LG telah membangun pabrik mesin cuci di Tennessee, AS, yang akan mulai berproduksi secepatnya pada akhir 2018, sementara Samsung baru-baru ini telah memulai produksi mesin cuci di South Carolina.

Menurut Jon Abt, co-president peritel Abt Electronics, harga mesin cuci yang dibuat di luar AS hanya bisa meningkat sekitar US$50 karena kemungkinan bea masuk akan ditanggung oleh produsen alih-alih konsumen.

“Jika seseorang benar-benar menginginkan mesin cuci LG, mereka akan mengeluarkan uang ekstra untuk itu,” kata Abt dalam sebuah wawancara, seperti dikutip Reuters, Kamis (25/1/2018).

“Indikasi yang kami dapatkan dari mitra manufaktur kami adalah bahwa hal ini seharusnya tidak berdampak besar pada bisnis mereka secara keseluruhan,” tambahnya. LG merupakan vendor mesin cuci utama untuk Abt, setelah Whirlpool, General Electric Co., dan Samsung.

Seorang juru bicara LG menginformasikan bahwa belum ada keputusan terkait waktu pelaksanaan maupun besaran untuk kenaikan harga mesin cuci.

Sebelumnya, pihak LG telah mengungkapkan kecewaan mereka dengan pengenaan tarif tersebut dan menyebutnya sebagai ‘keputusan yang salah arah’ yang akan menghambat jalannya produksi pabrik di Tennessee serta berdampak pada lapangan kerja di AS.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lg electronics mesin cuci
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top