Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASDP Tambah 21 Kapal

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencanangkan program penambahan 21 kapal mulai tahun ini. Penambahan kapal berasal dari pembelian kapal, pembuatan kapal baru ke galangan, dan bantuan pemerintah.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 05 Januari 2018  |  14:26 WIB
ASDP Tambah 21 Kapal
Kapal ferry berhenti beroperasi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencanangkan program penambahan 21 kapal mulai tahun ini. Penambahan kapal berasal dari pembelian kapal, pembuatan kapal baru ke galangan, dan bantuan pemerintah.

Direktur Keuangan ASDP Djunia Satriawan mengatakan dua kapal yang bakal ditambah tahun ini merupakan lanjutan dari program penambahan kapal di 2017. Di samping itu, ASDP juga bakal mendapat bantuan 2 unit kapal dari Kementerian Perhubungan tahun ini.

Menurut Djunia, ASDP juga akan memesan 11 kapal baru ke perusahaan galangan. Kapal yang dipesan diproyeksi rampung pada 2019. "Jadi tahun 2018 kurang lebih ada 10 kapal yang akan dibeli dan kami punya beberapa opsi," jelasnya kepada Bisnis.com, Jumat (5/1/2018).

Djunia mengungkapkan, ASDP punya opsi untuk kerja sama dalam mendatangkan armada baru. Di samping itu, ASDP juga bakal membeli kapal bekas dengan kualitas masih prima berumur di bawah sepuluh tahun. Dia menekankan, kapal yang akan dibeli tetap mengikuti standard yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.

Lintasan Merak--Bakauheni bakal menjadi lintasan penempatan armada baru terbanyak. Djunia menuturkan, satu kapal baru bakal ditempatkan di dermaga eksekutif yang akan rampung Agustus 2018 mendatang. Kapal yang bersandar di dermaga eksekutif masuk dalam ketegori istimewa karena dikhususkan untuk penyebrangan berdurasi satu jam

Selain itu, sekitar 4-5 kapal feri ASDP juga bakal ditarik karena memiliki ukuran di bawah 5.000 GT. Sebagaimana diketahui, Kemenhubt telah menerbitkan aturan yang mengharuskan kapal di bawah 5.000 GT harus menyingkir dari lintasan Merak-Bakauheni per Desember 2018.

ASDP juga bakal menambah kapal untuk layanan feri jarak jauh. Saat ini, ASDP melayani dua trayek feri jarak jauh, yakni Jakarta-Surabaya dan Surabaya-Lembar. Layanan feri jarak jauh atau dikenal short sea shipping ditujukan bagi pengusaha angkutan truk. Layanan in dibuka sebagai upaya mengalihkan angkutan truk dari jalan raya ke angkutan laut agar lebh efisien dan menjaga beban jalan Pantura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top