Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Subsidi Angkutan Feri Jarak Jauh Jakarta - Surabaya

Kementerian Perhubungan memberikan subsidi pada program angkutan Feri Jarak Jauh atau Long Distance Ferry pada rute Jakarta-Surabaya sebesar Rp2,5 miliar per kapal atau sekitar Rp1 juta per truk guna menarik minat para pemilik truk dan operator kapal dalam program tersebut.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 10 Desember 2017  |  19:50 WIB
Pemerintah Subsidi Angkutan Feri Jarak Jauh Jakarta - Surabaya
Kendaraan melintas di dermaga menuju kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (29/3). - Antara/Budi Candra Setya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan memberikan subsidi pada program angkutan Feri Jarak Jauh atau Long Distance Ferry pada rute Jakarta-Surabaya sebesar Rp2,5 miliar per kapal atau sekitar Rp1 juta per truk guna menarik minat para pemilik truk dan operator kapal dalam program tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya mengalokasikan subsidi sebesar Rp5 miliar pada tahun ini untuk operasional dua kapal, dan akan kembali memberikan subsidi total sekitar Rp30 miliar pada tahun depan.

Tarif satu angkutan barang truk besar atau berukuran 10 meter untuk menggunakan kapal feri jarak jauh, dia mengatakan sebesar Rp3 juta setelah pemerintah memberikan subsidi.

“Subsidi yang ditanyakan tadi, untuk satu kapal tadi itu kita ada Rp2,5 miliar. Kemudian, untuk per masing-masing kendaraan itu subsidinya Rp1 juta per kendaraan,” kata Budi, Jakarta, Minggu (10/12/2017).

Dia menjelaskan, pihaknya akan memberikan subsidi selama dua tahun, dan akan mengevaluasi setelahnya. Program kapal feri jarak jauh, lanjutnya akan terus dijalankan jika hasil evaluasi menyatakan bahwa program layak.

Sementara itu, pihaknya akan mencari metode lain jika hasil evaluasi program kapal feri jarak jauh tersebut secara bisnis kurang bagus.

“Selama dua tahun, nanti kita evaluasi, kita akan berikan subsidi. Tapi kalau 2 tahun ini bisa berjalan, berarti feasible untuk dilanjutkan,” katanya.

Dia menambahkan, dirinya berharap beban jalan dapat berkurang dengan ada program kapal feri jarak jauh mengingat saat ini kondisi jalan raya sudah cukup padat.

Tidak hanya itu, lanjutnya, pihaknya juga berharap angkutan barang truk dengan muatan atau tonase berlebih tidak ada lagi di jalan raya. Dia menunjukkan, barang-barang yang diangkut dengan kapal feri jarak jauh rata-rata memiliki berat di atas 40-50 ton.

Berat angkutan barang truk tersebut, ungkapnya, kerap membuat jalanan menjadi rusak. Oleh karena itu, dia berharap kerusakan jalan dapat berkurang dengan berpindahnya angkutan barang truk yang kerap membawa muatan berlebih.

Dia mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap angkutan barang truk dengan muatan atau tonase berlebih melalui jembatan pada tahun depan sehingga bisnis kapal feri jarak jauh bisa lebih hidup.

Saat ini, dia menuturkan, baru dua kapal yang beroperasi pada program feri jarak jauh rute Jakarta-Surabaya. Padahal, lanjutnya pihaknya melakukan lelang untuk empat kapal.

Oleh karena itu, pemerintah berencana kembali melelang operasional feri jarak jauh sebanyak dua kapal pada tahun depan.

Sementara itu Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan, pemerintah memang perlu memberikan subsidi agar tarif kapal feri jarak jauh bisa lebih murah dan truk-truk mau menggunakannya.

“Memang perlulah supaya kita bisa naik roro dengan murah. Kalau lebih mahal tetap anggota saya tidak mau naik,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya berharap tarif untuk menggunakan kapal feri jarak jauh pada rute Jakarta-Surabaya sebesar Rp2 juta mengingat biaya menggunakan jalur darat juga sekitar Rp2 juta pada rute Jakarta-Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ferry
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top