Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

INVESTASI DI INDONESIA: Asing Lirik Industri Perfilman

Tahun depan diprediksi masih menjadi momentum ekspansi bagi para pelaku industri perfilman.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 05 Desember 2017  |  23:15 WIB
CGV Blitz. - .youtube
CGV Blitz. - .youtube

Bisnis.com, JAKARTA— Tahun depan diprediksi masih menjadi momentum ekspansi bagi para pelaku industri perfilman.

Sejak dibukanya Daftar Negatif Investasi (DIN) hingga 100% pada Februari tahun lalu, ketertarikan investor asing terhadap industri perfilman meningkat pesat. Mengutip data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi domestik di Indonesia di sektor film mencapai Rp1,8 miliar, sedangkan investasi asing mencapai US$250.000 sepanjang semester I/2017.

“Pembukaan itu [DNI] membuka opsi lebih besar terhadap industri perfilman. Artinya, prosedur investasi lebih mudah sehingga investasi mengalir ke semua segmen, tidak hanya eksibisi saja tetapi ke praproduksi dan produksi. Tapi yang terlihat signifikan memang ada di eksibisi,” kata Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) Fauzan Zidni kepada Bisnis, Selasa (5/12/2017).

Ekosistem industri perfilman Indonesia juga terus mendapatkan dukungan dari investor lokal dan asing selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun lalu, ada dua investor asal Korea Selatan dan Singapura yang melakukan aksi korporasi terhadap perusahaan bioskop Tanah Air yakni CGV dan GIC.

Sementara itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) juga memastikan bahwa Lotte Cinema akan masuk ke Indonesia pada tahun depan.“Investasinya sedang berjalan, Lotte Cinema dari Korea Selatan,” kata Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Kendati demikian, Bekraf belum bisa mengungkapkan nilai investasi Lotte Cinema karena masih menunggu rilis resmi dari BKPM. Sebelumnya, Triawan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi sempat melakukan pertemuan dengan Chairman Lotte Shin Dong Bin di Korea Selatan.

Selain adanya investasi baru, Triawan menambahkan perusahaan operator bioskop lainnya yakni CGV juga berencana untuk membuka bioskop ke-10 di Gresik. Hingga 2020, CGV akan menambah sekitar 90 bioskop di Indonesia.

Di lain pihak, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sempat menyatakan sudah ada 3 investor asing yang tertarik untuk berinvestasi di sektor perfilman tahun depan yakni Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Inggris.

Adapun, investasi yang dimaksud mencakup pembiayaan mulai dari praproduksi, produksi, pascaproduksi, termasuk distribusi.

“Pertumbuhan industri kreatif saat ini mencapai 7,3% yang artinya sangat bagus. Ke depan, saya meyakini prospek pertumbuhannya akan positif, terutama film dan musik yang sedang bagus-bagusnya,” kata Ariful Yaqin Hidayat, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ekonomi Kreatif.

Dia juga membeberkan pihaknya juga tengah melakukan pembicaraan intensif dengan Walt Disney terkait investasi di sektor perfilman. Kendati demikian, dia tidak memberikan rincian detil mengenai rencana besaran investasi investor dari ketiga negara tersebut.

Tingginya ketertarikan investor dinilainya juga dipengaruhi dengan mulai tumbuhnya industri perfilman, meningkatnya kualitas film Tanah Air, dan populasi Indonesia yang sangat besar. Ketiga hal tersebut diakuinya menjadi pemacu utama dari meningkatnya minat investor asing.

Adapun, berdasarkan data Badan Perfilman Indonesia (BPI), industri perfilman nasional mampu menghasilkan 120 judul film panjang dan 250 pendek pada tahun lalu. Bahkan, beberapa film mampu mengumpulkan penonton hingga 1 juta orang.

Ariful menyebutkan Kadin Indonesia juga memiliki fokus pengembangan ekosistem industri ekonomi kreatif yang dipusatkan ke 3 sektor yakni musik, film, dan animasi pada tahun depan. “Ketiga sektor ini memiliki struktur bisnis yang belum banyak dipahami oleh investor sehingga kami merasa perlu untuk memfasilitasi forum antara pelaku bisnis dengan investor,” tukasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cgv
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top