Tingkatkan Efisiensi, Pelindo III Tempuh Peremajaan Alat

Pelindo III berencana meningkatkan fasilitas dan peralatan yang memadai guna meningkatkan standardisasi pelayanan.
Dara Aziliya | 20 November 2017 22:25 WIB
Petugas keamanan mengawasi alat pengangkat kontainer yang beroperasi di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/5). - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA -- Pelindo III berencana meningkatkan fasilitas dan peralatan yang memadai guna meningkatkan standardisasi pelayanan.

Selain itu, Pelindo III akan menempuh sejumlah peremajaan alat pada perusahaan milik negara sektor pelabuhan tersebut.

CEO Pelindo III, Ari Askhara, mengatakan bahwa saat ini Pelindo III sudah dan akan terus melakukan improvement dalam hal fasilitas dan peralatan. Saat ini Pelindo III telah menyiapkan 41 unit Container Crane (CC), 28 unit Harbour Mobile Crane (HMC), dan 75 Rubber Tyred Gantry (RTG).

“Dengan kekuatan alat produksi yang dimiliki saat ini, Pelindo III terus berupaya untuk memberikan layanan yang cepat dan aman bagi pengguna jasa. Ke depannya produktivitas dan peremajaan alat akan terus dilakukan. Selain itu secara bertahap hingga tahun 2020 akan dilakukan penambahan 15 unit CC, 10 HMC dan 20 unit RTG baru," ungkap Ari melalui keterangan resmi, Senin (20/11).

Menurut Ari, untuk peremajaan alat dan penambahan fasilitas tersebut, Pelindo III akan menggelontorkan investasi hingga Rp2,42 triliun. Program ini dilakukan oleh Pelindo III unthk menekan biaya maintenance di masa yang akan datang, sekaligus meningkatkan reliability dan availability dibatas 90%.

"Artinya alat beroperasi dalam kondisi sehat dan siap bekerja. Hal ini merupakan komitmen Pelindo III untuk menekan biaya logistik nasional yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan,” terang Ari.

Pelindo III sebagai BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan berupaya meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional. Hal ini dapat dilihat dari upaya peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antarpelabuhan, termasuk dengan pelabuhan di luar wilayah kerja Pelindo III.

Salah satunya adalah melalui pola windows system. Dengan pola tersebut, pengguna jasa mempunyai kepastian kapalnya akan bersandar dan mendapatkan pelayanan bongkar muat tanpa adanya waktu tunggu kapal (zero waiting time), di samping produktivitas bongkar muat yang diberikan oleh Pelindo III semakin meningkat.

Dengan tidak adanya waktu tunggu kapal dan tingginya produktivitas bongkar muat, akan mempercepat waktu kegiatan kapal di pelabuhan sehingga biaya operasional kapal akan semakin berkurang yang pada akhirnya akan menurunkan biaya logistik (nasional).

Stenven H. Lesawengan, Ketua DPC INSA Surabaya mengungkapkan bahwa lima tahun yang lalu, Pelindo III untuk mencapai kinerja box crane per hour 25 boks/jam sangat sulit, namun saat ini sudah mencapai 30 an lebih boks/jam.

“Bahkan dengan kehadiran Terminal teluk Lamong bisa mencapai 40 boks/jam, itu sudah sangat sesuai dengan keinginan kami sebagai pengguna jasa," ungkap Stenven.

Hal senada diungkapkan oleh Hengky Pratoko selaku Ketua DPW ALFI/ILFA Provinsi Jawa Timur yang menyampaikan saat ini Pelindo III sudah melakukan banyak perbaikan dalam standardisasi pelayanan. Hengky memberikan masukan perlu dikembangkannya integrasi sistem dan informasi dengan instansi terkait.

“Seperti dengan Balai Karantina dan Bea Cukai terkait pelayanan impor diharapkan tersedia Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu untuk memangkas waktu proses pemeriksaan petikemas, seperti halnya yang sudah diterapkan di TPK Semarang. Selain itu, perlu adanya penyeragaman pelaksanaan Verified Gross Mass untuk meningkatkan safety operasional,” usul Hengky.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo iii

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top