Operator Pelabuhan Patimban : IPC Ingin Porsi Saham Lebih dari 25%

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) berkeinginan memiliki lebih dari 25% perusahaan yang akan menjadi operator Pelabuhan Patimban. Porsi saham signifikan membuat IPC memiliki pengendalian yang lebih besar.
Rivki Maulana | 17 November 2017 14:27 WIB
Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) berkeinginan memiliki lebih dari 25% perusahaan yang akan menjadi operator Pelabuhan Patimban. Porsi saham signifikan membuat IPC memiliki pengendalian yang lebih besar.

Direktur Utama IPC, Elvyn G. Massassya mengatakan perseroan sudah mengalokasikan belanja modal sebanyak Rp2 triliun pada tahun depan untuk mengikuti lelang operator pelabuhan yang terletak di Subang, Jawa Barat itu. Dia menuturkan, porsi saham signifikan bakal membuat perseroan bisa melakukan sinergi dengan Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola IPC.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan sebelumnya melansir porsi saham operator Pelabuhan Patimban untuk badan usaha milik negara sebesar 25%. Sementara itu, badan usaha pelabuhan milik swasta diberikan porsi 26%.

Porsi saham BUP milik negara dan BUP milik swasta ini merupakan porsi kepemilikan untuk Indonesia sebesar 51%. Adapun sisa saham sebesar 49% merupakan jatah perusahaan Jepang. Partisipasi dari perusahaan Indonesia bakal ditentukan lewat lelang terbuka yang rencananya digelar pada awal 2018.

Elvyn mengatakan, perseroan tetap berkeinginan memiliki porsi saham signifikan kendari porsi pembagian saham operator sudah muncul di berbagai media massa. "Yang bilang 25% itu kan masih di koran, kami belum terima suratnya [keterangan resmi]. Kami tetap ikuti prosesnya karena kami ingin di porsi Indonesia mendapat alokasi saham yang signifikan," jelasnya kepada Bisnis.com, Kamis malam (17/11/2017).

Di sisi lain, IPC menilai kehadiran Pelabuhan Patimban tidak akan menyaingi Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. IPC menilai Patimban justru melengkapi Priok. Direktur Teknik & Manajemen Risiko IPC Dani Rusli Utama mengatakan kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok terbatas mesmkipun IPC bakal mengembangkan kapasitas hingga 4,5 juta TEUs di Tahap I New Priok dan 8 juta TEUs di Tahap II.

"Kita harus bicara 10 sampai dengan 20 tahun horizon waktu. Dalam kurun waktu tersebut Pelabuhan Tanjung Priok dalam kondisi maksimum kapasitas," ungkapnya kepada Bisnis.com pada Rabu (15/11/2017).

Sebagaimana diketahui, proyek Pelabuhan Patimbang memasuki tonggak penting setelah perjanjian pinjaman diteken antara Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Untuk tahap pertama, Jepang akan mengucurkan pinjaman senilai 118 miliar yen atau Rp14,2 triliun.

Tahap konstruksi Pelabuhan Patimban bakal dimulai pada awal 2018 dan diharapkan bisa dioperasikan pada 2019. Pembangunan tahap pertama Pelabuhan Patimban mencakup terminal kendaraan dan terminal kontainer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo ii, pelabuhan patimban

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top