Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Dorong Pertumbuhan IKM

Japan External Trade Organization (Jetro) memperkuat relasi bisnis antara pelaku industri kecil menengah dari Jepang dan Indonesia dengan mengadakan business matching.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 22 Oktober 2017  |  20:21 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - JIBI
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - JIBI

Bisnis.com, NAGOYA—Japan External Trade Organization (Jetro) memperkuat relasi bisnis antara pelaku industri kecil menengah dari Jepang dan Indonesia dengan mengadakan business matching.

Yuri Sato, Executive Vice President Jetro, mengatakan industri kecil dan menengah di Indonesia telah berkembang sejak 1970-an. Dalam perjalanannya, IKM komponen mulai hadir mulai awal 2000-an.

Sato mengatakan IKM di di Indonesia sudah berkembang dan layak naik level. Beberapa bahkan sudah bisa menjadi suplier tier 2 untuk pabrikan otomotif.

"Jetro ingin mengadakan business matching langsung dengan IKM Indonesia. Ini penting untuk kick-off para IKM untuk mengembangkan usaha dengan mitra IKM Jepang," kata Sato dalam Indonesia Investment Business Forum yang dihadiri Bisnis di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, pekan lalu. 

Sato menambahkan Jetro akan melakukan pembicaraan dengan Kementerian Perindustrian terkait IKM Indonesia yang potensial untuk menjalin kemitraan dengan IKM Jepang. Sebut saja, IKM padat karya di sektor kimia, elektronik, komponen otomotif dan juga industri jasa. 

"Kemenperin dan Jetro akan bicarakan dulu, potensi yang besar di sektor apa. Kalau Nagoya, IKM yang diundang mungkin otomotif. Kami juga akan bicara dengan Kadin dan asosiasi industri Jepang," tuturnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto telah menyelesaikan kunjungan kerja ke Jepang selama 6 hari, mulai tanggal 16 hingga 21 Oktober 2017. Selain Jetro, Menperin juga bertemu dengan delegasi dari Japan Indonesia Economic Committee (JIEC), Nagoya Chamber of Commerce and Industry (NCCI), pemerintah daerah Aichi dan Ogawa, dan menghadiri Indonesia Investment and Business Forum (IIBF).

Menperin berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kesepakatan bersama untuk mendorong sektor manufaktur melalui peningkatan investasi dan perluasan pasar. “Semoga semakin banyak kolaborasi yang terjalin antara pengusaha kedua negara sehingga bisa lebih berdaya saing dan saling melengkapi,” ujarnya.

Airlangga menambahkan pihaknya selama ini tidak hanya mendorong penanaman modal dari perusahaan manufaktur Jepang skala besar, tetapi juga berupaya menggandeng kerja sama yang menyasar pada pengembangan teknologi dan inovasi, sumber daya manusia, serta IKM di Indonesia.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Investasi Jepang
Editor : Ratna Ariyanti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top