Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani: Peran APBN 2018 Makin Strategis

Pemerintah telah menjawab sejumlah pertanyaan dari DPR terkait nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 01 September 2017  |  23:46 WIB
Sri Mulyani: Peran APBN 2018 Makin Strategis
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) mendengarkan pertanyaan saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Rabu (30/8). - JIBI/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah telah menjawab sejumlah pertanyaan dari DPR terkait nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan APBN  2018 mempunyai peranan yang semakin strategis, baik dalam mengevaluasi capaian kinerja pembangunan yang telah dilakukan dalam periode 2015-2017.

"RAPBN 2018 harus mampu menjadi alat percepatan pencapaian sasaran pembangunan yang makin efektif dengan berfokus pada penganggaran belanja yang makin produktif sesuai prioritas nasional yang tertuang dalam RKP 2018," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di DPR Kamis (31/8/2017).

Oleh karena itu ada tiga hal yang menjadi fokus pemerintah pada tahun depan. Pertama, mendorong peningkatan pendapatan negara melalui optimalisasi penerimaan perpajakan serta pengelolaan sumber daya alam dan aset negara yang lebih baik.

Kedua, melakukan penguatan kualitas belanja negara melalui peningkatan kualitas belanja modal yang produktif, efisiensi belanja non prioritas seperti belanja barang dan subsidi yang harus tepat sasaran, sinergi antara program perlindungan sosial, menjaga dan refocusing anggaran prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk pengurangan kesenjangan dan perbaikan pelayanan publik.

Ketiga, keberlanjutan dan eflsiensi pembiayaan, yang dilakukan melalui pengendalian defisit dan rasio utang, defisit keseimbangan primer yang semakin menurun, dan pengembangan creative financing, seperti melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rapbn 2018
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top