Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Halmahera Selatan Usulkan Tambahan Jangkauan BBM Satu Harga

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengusulkan agar pemerintah menambah jangkauan bahan bakar minyak (BBM) satu harga karena warganya yang tinggal di beberapa pulau berbeda.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 25 Agustus 2017  |  16:49 WIB
Ilustrasi - Antara/Didik Suhartono
Ilustrasi - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengusulkan agar pemerintah menambah jangkauan bahan bakar minyak (BBM) satu harga karena warganya yang tinggal di beberapa pulau berbeda.

Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba mengatakan tempat tinggal penduduknya tersebar di 400 pulau.

Sementara, saat ini baru terdapat satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dibangun di Kayoa Barat.

Dengan demikian, dia menilai perlu dibangun SPBU berikutnya agar seluruh masyarakat Halmahera Selatan turut menikmati harga BBM yang lebih murah.

Seperti diketahui, melalui kebijakan BBM satu harga, masyarakat yang tinggal di daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) bisa membeli BBM jenis solar Rp5.150 per liter dan premium Rp6.450 per liter seperti yang dijual di Jakarta.

"Masyarakat Halmahera Selatan itu tinggal di kurang lebih 400 pulau dan [tempat tinggal] kita adalah [di] lautan, wilayah yang terbesar dan ini tentu harapan dari kami tidak pada SPBU Kompak saja, tapi kalau bisa kami diberi titik lagi untuk kabupaten Halmahera Selatan agar bisa kebutuhan masyarakat tentang energi, BBM, juga bisa terpenuhi," ujar Bahrain seperti dikutip dari laman Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Jumat (25/8/2017).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan penambahan wilayah jangkauan BBM satu harga.

Namun, dia menyebut hal itu akan disesuaikan dengan kemampuan pemerintah terlebih dahulu.

Saat ini pihaknya masih fokus untuk merealisasikan penambahan SPBU. Pemerintah menargetkan pengoperasian 150 lembaga penyalur hingga 2019, masing-masing 54 lembaga penyalur pada 2017, 50 lembaga penyalur 2018 dan 46 lembaga penyalur pada tahun 2019.

Khusus untuk wilayah Maluku Utara, setelah Halmahera Selatan akan ada 5 kabupaten lain yang didirikan lembaga penyalur BBM yaitu Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu.

"Untuk tahap awal, kita harus selesaikan BBM Satu Harga di daerah-daerah paling pinggir, daerah terluar, perbatasan dan sebagainya. Kita selesaikan yang 148 lokasi itu, tapi tentu masukan-masukan kita evaluasi dan tampung,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spbu bbm satu harga
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top