Pasar Konstruksi Indonesia Diprediksi Capai US$136,26 Miliar Pada 2021

Pertumbuhan populasi, pesatnya urbanisasi menjadi dua faktor yang mendorong kenaikan nilai pasar konstruksi Indonesia dari USD 102,64 miliar pada tahun 2017 dan diperkirakan meningkat menjadi USD 136,26 miliar pada tahun 2021.
Deandra Syarizka | 24 Agustus 2017 07:42 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan fly over di kawasan Pancoran, Jakarta, Selasa (6/6). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA-- Pertumbuhan populasi, pesatnya urbanisasi menjadi dua faktor yang mendorong kenaikan nilai pasar konstruksi Indonesia dari USD 102,64 miliar pada tahun 2017 dan diperkirakan meningkat menjadi USD 136,26 miliar pada tahun 2021.

Kenaikan dari peningkatan itu juga diprediksi mendorong permintaan besar akan teknologi dan produk bangunan yang inovatif.

Berdasarkan laporan terbaru terkait Teknologi Konstruksi dalam laporan industri Indonesia yang disiapkan oleh TechSci Research untuk kepentingan event Konstruksi Indonesia dan The Big 5 Construct Indonesia 2017, deadline ambisius dan peningkatan standar bangunan hijau juga turut mempengaruhi pusat pengelolaan gedung yang efisien di Indonesia.

Laporan tersebut juga menyoroti teknologi dan standar bangunan utama yang berkembang di masa kemakmuran (boom) serta memaparkan berbagai proyek yang akan hadir dengan memanfaatkan peningkatan kinerja pasar.

Proyek yang terdaftar mencakup proyek jalan tol nasional, proyek kereta api nasional, dan usaha di bidang pengelolaan energi dan limbah. Tak hanya mendapatkan keuntungan dari pasar unggulan, proyek-proyek konstruksi ini berjalan seiring dengan tenggat waktu yang ketat. Salah satunya adalah rencana lima tahun untuk membangun 1 juta rumah di seluruh penjuru negeri.

Menurut laporan tersebut, penerapan teknologi bangunan baru sangat penting bagi negara untuk mengelola tenggat waktu yang ketat ini. Seiring dengan itu, Geen Standards telah berkembang di Indonesia sejak 2015 ketika Pemerintah mengumumkan rencana untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 29% pada akhir 2020. Regulasi terkait bangunan hijau (green building) ditandatangani oleh pemerintah kota Bandung pada 2016, dan poin green building diberikan oleh Green Building Council Indonesia.

"Penggunaan teknologi bangunan, kinerja produk yang green dan sustainable di pasar konstruksi, akan menjadi sangat populer di berbagai proyek dan standar bangunan di Indonesia," kata Portfolio Exhibitions Director The Big 5 Construct Indonesia, Andy Pert seperti dikutip, Rabu (23/08).

Dia melanjutkan dengan memaparkan bahwa "pelajaran tentang industri spesifik yang konstan adalah respons pertama terhadap sifat inovasi yang selalu berubah." Salah satunya melalui penyelenggaraan Konstruksi Indonesia (KI) dan The Big 5 Construct Indonesia yang menyambut lebih dari 12.000 pengunjung dan ehibitor peserta pameran tahun lalu, di mana 57% di antaranya mengatakan bahwa mereka hadir untuk menemukan inovasi dan tren terbaru.

Berlangsung dari 8-10 November 2017 di Jakarta Convention Center, dan diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 adalah platform terdepan untuk industri infrastruktur dan konstruksi tanah air.

Konstruksi Indonesia (KI) 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 akan digelar dalam satu lokasi dengan Indonesia Infrastructure Week(IIW) 2017, sebuah pameran berfokus business-to-business bagi publik, investor dan pemangku kepentingan swasta.

Ratusan perusahaan konstruksi lokal dan internasional, mulai dari Spanyol hingga Korea Selatan akan memamerkan produk dan inovasi terbaru seperti berbagai produk beton, peralatan konstruksi dan bahan bangunan umum.

Tag : infrastruktur
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top