Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Pengadaan Pesawat N245 dan R80 Butuhkan Investasi Rp20 Triliun

Pemerintah menambahkan program pengembangan industri pesawat ke dalam proyek strategis nasional.
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 06 Juli 2017  |  18:58 WIB
 Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso (dari kiri), President Airbus Helicopters Indonesia M Ludovic Boistot (tengah) dan Pilot Atase Pertahanan Perancis Captaine De Fregate Gael Lacroix melepas secara simbolis kontainer bermuatan Tailboom (ekor) ke-50 dan Fuselage (badan) terasembeli yang ke-6 Helikopter H225 (Civil) / H225M (Military) di Hanggar PT DI Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/3). - JIBI/Rachman
Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso (dari kiri), President Airbus Helicopters Indonesia M Ludovic Boistot (tengah) dan Pilot Atase Pertahanan Perancis Captaine De Fregate Gael Lacroix melepas secara simbolis kontainer bermuatan Tailboom (ekor) ke-50 dan Fuselage (badan) terasembeli yang ke-6 Helikopter H225 (Civil) / H225M (Military) di Hanggar PT DI Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/3). - JIBI/Rachman

JAKARTA—Pemerintah menambahkan program pengembangan industri pesawat ke dalam proyek strategis nasional.

Perusahaan aviasi pelat merah PT Dirgantara Indonesia bakal memproduksi pesawat jenis N-245, sedangkan perusahaan milik BJ Habibie PT Regio Aviasi Industri bakal menggarap produksi pesawat jenis R80.

“Memang sampai sekarang belum financial close, tetapi kebutuhan pendanaan keduanya sekitar Rp 20 triliun,” ujar Deputi Bidang Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo di Jakarta, Kamis (6/7).

Dirgantara dan RAI bakal menjaring investor dalam proyek pengembangan pesawat itu. “Meskipun masuk ke dalam proyek strategis nasional, pemerintah tidak berikan jaminan apapun. Pendanaannya sepenuhnya pure dari swasta, mereka boleh joint dengan beberapa perusahaan lain,” ujar Wahyu.

Menurutnya, kedua perusahaan tengah mencari investor dan calon pembeli kedua jenis pesawat pengangkut tersebut. Kedua perusahaan penanggungjawab proyek itu diharapkan bukan hanya memenuhi permintaan pesawat dalam negeri, tapi juga untuk pasar ekspor.

Dirgantara bakal membuat pesawat jenis N-245 di fasilitas produksinya di Bandung. Adapun RAI bakal memproduksi R80 di Kertajati. Kedua pabrikan juga didorong bukan hanya menggeluti proses perakitan, tapi juga sampai ke industri perawatan mesin pesawat (maintenance repair overhaul/MRO).

“Dirgantara belum mengestimasi mau produksi berapa unit N-245. Tapi, RAI sudah menargetkan minimal produksi 160 unit R80, di angka itu dia baru break even,” ujar dia.

Pemerintah berharap Indonesia dapat memproduksi pesawat secara berkelanjutan dengan masuknya program pengembangan industri pesawat di dalam proyek strategis nasional. Dua produk pesawat yang masuk ke dalam proyek strategis nasional yakni N-245 dan R80 merupakan dua model pesawat jarak menengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri pesawat terbang
Editor : Ratna Ariyanti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top