Pupuk Indonesia Siap Kick Off Pabrik Baru Setelah Lebaran

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen pupuk pelat merah PT Pupuk Indonesia (Persero) bakal mengoperasikan dua pabrik baru pada tahun ini. Salah satu pabrik, yakni Sriwidjaya IIB akan beroperasi setelah Lebaran dan menunggu jadwal Presiden Joko Widodo.nn
N. Nuriman Jayabuana | 25 Juni 2017 17:15 WIB
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Tbk Aas Asikin Idat (tengah), bersama Direktur M Djohan Safri (dari kiri), Direktur Indarto Pamoengkas, Direktur Achmad Tossin Sutawikara, dan Direktur Gusrizal, mengamati tumpukan karung pupuk, di Jakarta, Senin (12/6). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen pupuk pelat merah PT Pupuk Indonesia (Persero) bakal mengoperasikan dua pabrik baru pada tahun ini. Salah satu pabrik, yakni Pabrik Pupuk Sriwidjaya IIB akan beroperasi setelah Lebaran dan menunggu jadwal Presiden Joko Widodo.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Isdat menyatakan salah satu di antaranya segera beroperasi setelah Lebaran.

“Pabrik Pupuk Sriwidjaya IIB sudah selesai dan bisa beroperasi habis Lebaran. Insyaallah diresmikan habis Lebaran oleh Pak Presiden. Sekarang kami tinggal menunggu kesiapan jadwal pak Presiden,” ujar Aas usai menghadap Menteri BUMN di Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Pabrik itu merupakan bagian dari langkah perseroan untuk menurunkan biaya operasional lantaran rasio pemakaian gas di fasilitas itu lebih efisien. Pabrik Pupuk Sriwidjaya II B bakal mengolah gas dan ammonia menjadi urea dengan kapasitas 2,6 juta ton per tahun.

Sementara itu, pabrik selanjutnya merupakan pabrik Petrokimia Gresik Ammonia II. Pabrik itu bakal menambah kapasitas produksi amoniak sebesar 660 ribu ton per tahun dan sebesar 570 ribu ton pertahun untuk produk urea.

“Pabrik Ammonia II di Petrokimia Gresik proses pembangunannya sudah di atas 80%. Rencananya sudah bisa mulai beroperasi akhir tahun ini,” ujar dia.

Kedua pabrik baru itu bakal meningkatkan kapasitas produksi pupuk perseroan menjadi 13,7 juta ton per tahun. “InsyaAllah mudah-mudahan dengan begitu tahun depan kami bisa running produksi kapasitas maksimum menjadi 13 juta ton per tahun.”

Pupuk Indonesia merupakan holding atau perusahaan induk dari beberapa perseroan, yaitu seperti PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kaltim, dan PT Petrokimia Gresik. Seluruh aset perseroan mencakup 15 pabrik pupuk urea dan 4 pabrik pupuk NPK. Perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan Rp 10 triliun pada tahun ini untuk meningkatkan kapasitas pabrik perusahaan perusahaan anak.

Tag : pabrik pupuk, pupuk indonesia
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top