Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Sistem Deteksi Dini Dalam PIHPS Nasional

Bank Indonesia meluncurkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional sebagai langkah untuk mengurangi kesenjangan informasi harga antara produsen dan konsumen pada Senin (12/6/2017).
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 12 Juni 2017  |  11:11 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan dalam peluncuran Sistem Informasi Harga Pangan Nasional. - JIBI/Veronika Yasinta
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan dalam peluncuran Sistem Informasi Harga Pangan Nasional. - JIBI/Veronika Yasinta

Bisnis.com, Jakarta—Bank Indonesia meluncurkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional sebagai langkah untuk mengurangi kesenjangan informasi harga antara produsen dan konsumen pada Senin (12/6/2017). Sistem informasi ini dapat diakses di situs www.hargapangan.id dengan dilengkapi early warning system.

Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi ekonomi global yang masih dilingkupi ketidakpastian, tapi di sisi lain negara harus melakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan meraih pertumbuhan dalam negeri yang berkualitas.

Pengelolaan kebijakan fiskal, ditambah dengan investasi dan konsumsi merupakan kunci untuk bisa menjaga pertumbuhan ekonomi yang mencerminkan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Hal itu ditandai dengan masyarakat yang memiliki daya beli yang terus meningkat dengan penjagaan stabilitas harga. Dengan konsumsi yang terjaga maka akan mendorong potensi investasi di dalam negeri.

"Kita berharap ada informasi dari PIHPS bisa memberikan warning secara cepat dan akurat komoditas apa dan lokasi apa yang mengalami kenaikan atau penurunan sehingga bisa direspons pemerintah," katanya.

PIHPS ini mengambil data yang berasal dari 82 kota dan 164 pasar tradisional. Adapun 10 komoditas pangan yang menjadi fokus pengawasan adalah beras, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng.

Tahun ini, pemerintah menargetkan laju inflasi sebesar 4% +-1%, sementara pada tahun depan ditargetkan melaju 3,5% +-1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia harga pangan
Editor : Rachmad Subiyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top