Perbatasan Kalbar Alami Surplus Beras

Pemerintah Kalimantan Barat berkomitmen agar kabupate-kabupaten perbatasan terus menjadi wilayah penyumbang surplus komoditas pertanian.
Yanuarius Viodeogo | 26 Mei 2017 13:18 WIB
Ilustrasi: Panen padi - Bisnis.com

Bisnis.com, PONTIANAK – Pemerintah Kalimantan Barat berkomitmen agar kabupate-kabupaten perbatasan terus menjadi wilayah penyumbang surplus komoditas pertanian.

Adapun kabupaten perbatasan tersebut adalah, Kapuas Hulu, Sambas, Sanggau, Sintang, dan Bengkayang.

Kadis Pertanian Kalbar Hazairin mengatakan, kawasan-kawasan perbatasan di provinsi tersebut kini tidak lagi defisit beras sejak beberapa tahun belakangan. Kawasan-kawasan tersebut bahkan berkontribusi menyuplai kebutuhan masyarakat Kalbar, nasional, dan ke depan andalan ekspor ke luar negeri.

“Mulai dari Kabupaten Sambas surplus 111.000 ton beras, Bengkayang kelebihan 25.000 ton, Sanggau sebanyak 58.000 ton, Sintang 50.000 ton dan Kapuas Hulu surplus 30.000 ton,” kata Hazairin kepada Bisnis, Jumat (26/5/2017).

Dia mengatakan, secara keseluruhan dari 13 kabupaten dan kota di Kalbar total menyumbang surplus 249.000 ton saat ini.

Beras yang dihasilkan tidak hanya beras putih melainkan beras jenis lain.

Seperti dari Kapuas Hulu, kata Hazairin, di antara beras yang surplus itu ada beras hitam dan merah.

Jenis beras ini sangat spesial terutama bagi konsumen yang sedang memiliki program untuk mengurangi berat badan.

“Walau sudah surplus, kami masih berencana lagi membuka luasan lahan padi dan jagung karena potensi membuka lahan produktif di kabupaten-kabupaten perbatasan sangat besar,” tutur dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kalimantan, produksi beras

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top