Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Husky-CNOOC Madura Mulai Produksi Awal Gas di Lapangan BD

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) mulai melakukan kegiatan startup lapangan BD pada akhir pekan lalu. Kegiatan itu diprediksi memakan waktu satu hingga dua pekan ke depan.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 09 Mei 2017  |  09:55 WIB
Husky-CNOOC Madura Mulai Produksi Awal Gas di Lapangan BD
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) mulai melakukan kegiatan startup lapangan BD pada akhir pekan lalu. Kegiatan itu diprediksi memakan waktu satu hingga dua pekan ke depan.

Setelah melewati masa start up, produksi awal lapangan BD akan disalurkan ke PGN sebesar 20-30 MMSCFD dan direncanakan akan terus meningkat secara bertahap guna memperkuat ketersediaan energi nasional.

Senior Manager Development HCML Jonny Pasaribu mengatakan selain gas, lapangan BD memproduksi kondensat dan sulfur cair. "Proses startup ini dijalankan untuk melihat kesiapan keseluruhan fasilitas yang sudah terpasang,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (9/5/2017).

Senior Manager Legal, HR & Business Support HCML Wahyudin Sunarya menambahkan HCML merupakan KKKS di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, yang mengoperasikan wilayah kerja Selat Madura di wilayah Jawa Timur.

Lapangan BD merupakan bagian dari Blok Husky Madura Strait, terletak di lepas pantai Selat Madura, Jawa Timur, 65 kilometer sebelah timur Surabaya dan 16 kilometer sebelah selatan Pulau Madura.

Sumur-sumur gas Madura-BD sendiri berada di sekitar areal Kepulauan Mandangin, lepas pantai Selat Madura. Lapangan tersebut merupakan lapangan lama dan diharapkan menghasilkan 442 BCF (Billion Cubic Feet) gas bumi dan 18,7 MMBL kondesat selama 13 tahun.

Dalam pengembangan lapangan BD, HCML menggunakan anjungan lepas pantai (offshore platform) produksi PT PAL yang berpusat di Surabaya. Anjungan lepas pantai itu telah terpasang di kedalaman laut 55 meter.

Proyek pembangunan anjungan lepas pantai ini diperoleh PT PAL setelah mereka memenangkan tender khusus proyek lepas pantai "Engineering Procurement Construction and Installation/EPCI" Madura BD.

Penggunaan anjungan lepas pantai produksi PT PAL merupakan wujud komitmen HCML dalam mendukung usaha SKK Migas untuk terus meningkatkan persentase TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan mendukung perkuatan industri nasional dalam kegiatan operasinya.

"Hal ini seiring dengan semangat SKK Migas mendorong industri hulu migas sebagai penggerak perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat," tutup Wahyudin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produksi gas Husky-CNOOC MADURA
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top