Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Impor Cabai dan Bawang, Ini Langkah Kementerian Pertanian

Kementerian Pertanian akan fokus meningkatkan produksi cabai dan bawang di dalam negeri untuk menghindari impor.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 04 April 2017  |  14:35 WIB
Bawang merah
Bawang merah

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian akan fokus meningkatkan produksi cabai dan bawang di dalam negeri untuk menghindari impor.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pada 2017 pihaknya fokus menaikkan produksi kedelai di divisi pangan, sedangkan di divisi hortikultura fokus kementerian pada cabai dan bawang. Di divisi peternakan, kementerian fokus pada sapi, sedangkan di divisi perkebunan fokus pada gula.

“Kami selesaikan satu per satu, anggaran terarah. Seperti yang terjadi pada 2015 fokus infrastruktur, 2016 fokus jagung, cabai, bawang, beras. Juga fokus jagung,” kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (4/4/2017).

Menurutnya, sampai saat ini belum ada permohonan impor jagung karena stok di dalam negeri masih melimpah. Amran mengatakan tahun depan Kementerian Pertanian akan menyusun lagi fokus di tiap divisi agar produktivitas terjaga dan tidak perlu lagi impor.

Mengutip Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019, sasaran produksi cabai merah nasional pada 2017 mencapai 1,14 juta ton, naik 3% dari tahun sebelumnya, sedangkan sasaran produksi cabai rawit nasional tahun ini sebanyak 770.601 ton, meningkat 1,52% dari 2016. Adapun, sasaran produksi bawang merah pada 2017 sebanyak 1,23 juta ton atau naik 5,04% dari tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian pertanian bawang cabai amran sulaiman
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top