Kalender Event Pariwisata Danau Toba 2017 Diluncurkan

Calender of Event Pariwisata Danau Toba 2017 diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin (20/3/2017) malam ini. Kalender event pariwisata Danau Toba 2017 diluncurkan di Jakarta untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang lebih luas mengunjungi Sumatra Utara (Sumut).
Martin Sihombing | 20 Maret 2017 21:40 WIB
Keindahan Danau Toba di Sumut. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Calender of Event Pariwisata Danau Toba 2017 diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin (20/3/2017) malam ini.  Kalender event pariwisata Danau Toba 2017 diluncurkan di Jakarta untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang lebih luas mengunjungi Sumatra Utara (Sumut).

Kalender kegiatan itu diluncurkan langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung.

Berbagai kegiatan unggulan berupa festival, pesta budaya, karnaval, pertunjukan musik jazz, serta sport tourism yang dikemas sebagai Calender of Event Pariwisata Danau Toba 2017 akan digelar  Mei  hingga Oktober tahun ini.

Wagub Sumut  mengatakan  para travellers harus menyiapkan waktu untuk menentukan liburan ke Sumatra Utara (Sumut) mengunjungi dan mengeksplore destinasi seputar Danau Toba berupa keindahan alam (nature), budaya (culture), serta daya tarik wisata buatan (manmade) .

Peluncuran calender of event ini sebagai upaya mempromosikan destinasi pariwisata Danau Toba yang ditetapkan pemerintah sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas.

Menpar Arief Yahya menyambut baik ditetapkan Calender of Event (CoE) Pariwisata Danau Toba 2017 dengan jadwal dan tempat yang sudah ditetapkan.

"Kepastian jadwal dan tempat kegiatan ini penting jangan sampai berubah tanggal ataupun bulan karena akan menjadi timeline-nya para travellers," ujarnya. 

Kemenpar juga akan mudah untuk mempromosikan, begitu pula perusahaan biro perjalanan akan berani membuat menjadi paket wisata untuk dijual kepada wisatawan.

Ia menjelaskan, di era digital terjadi perubahaan mendasar bagi wisatawan, terutama wisatawan muda, dalam melakukan perjalanan yang mengandalkan digital dimulai dari mencapai informasi (searching) destinasi yang akan dikunjungi, kemudian menetapkan pilihan atau melakukan booking, hingga membayar paket wisata dilakukan via oline.

"Ketika 'searching' tidak mendapatkan jadwal yang pasti, jangan harap para travellers akan mau datang," tutur Arief Yahya.

Para travellers itu membuat perencanaan untuk berwisata jauh hari sebelumnya.  Masing-masing negara pun punya kebiasaan musim yang berbeda-beda. "Mereka akan searching, booking, sampai payment via online. Anda bisa bayangkan, kalau berubah tanggal, mereka akan sangat kerepotan," kata Arief Yahya.

Menpar menjelaskan lebih jauh tentang perkembangan pengelolaan destinasi Danau Toba dari hasil rapat terbatas (Ratas) yang dilakukan baru-baru ini antara lain; perlu dilakukan percepatan dalam penyiapan/penyelesaian legalitas lahan di Zona Otoritas dengan melibatkan KemenLHK; penguatan dari sisi organisasi yakni menjadi Badan Layanan Umum (BLU) maupun peningkatan anggaran Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT).

"Maka agar ideal, Kemenpar dalam menjalankan tugasnya untuk mengejar target satu juta wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi Danau Toba dengan perolehan devisa US$5 miliar  pada 2019, mengusulkan tambahan anggaran  2017 ini sebesar Rp50 miliar ,"  kata Menpar Arief Yahya.

Ia mengatakan, selain itu sebagai "quick wins", Kemenhub akan menyelessaikan proyek infrastruktur Bandara Silangit dan revitalisasi jalur kereta api Medan-Kualanamu-Siantar sekitar September 2017.

Percepatan pembangunan destinasi Danau Toba, kata Menpar Arief Yahya, mempunyai peran penting dalam mewujudkan target pariwisata nasional 2019  yakni mendatangkan 20 juta wisman dan 275 juta pergerakan wisnus di Tanah Air, karena destinasi yang dipersiapkan sebagai geopark dunia ini menargetkan bisa mendatangkan 1 juta wisman dan 5 juta wisnus pada 2019.

Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung mengatakan, seluruh stakeholder pariwisata di Sumut siap menyukseskan Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia yang akan mendatangkan jutaan wisman dan wisnus sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan pariwisata Danau Toba ditargetkan pada 2019 akan memberikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp16 triliun serta menciptakan sebanyak 300 ribu lapangan kerja baru. "Ini akan meningkat kesejahteraan masyarakat Sumut," katanya.

Sumber : ANTARA

Tag : danau toba, festival danau toba
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top