Gara-gara Pria Ini, Penerbangan Garuda Sempat Delay Hampir 2 Jam

"Delay selama 1 jam 47 menit dan tiba di Sabang sekitar pukul 11.55 WIB," terangnya.
Puput Ady Sukarno | 18 Maret 2017 02:37 WIB
Pesawat Garuda Indonesia tinggal landas. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia mengimbau kepada seluruh penumpang agar lebih berhati hati dalam mengucapkan kata-kata tentang bom maupun hal terkait lainnya di dalam pesawat karena hal tersebut dapat mengakibatkan konsekuensi terhadap penumpang yang bersangkutan.

Hal tersebut seperti yang terjadi pada penerbangan GA 7112 rute Medan/Kualanamu – Sabang, Jumat (17/3), di mana terdapat seorang penumpang yang bergurau mengenai adanya bom di dalam tasnya, hingga berdampak pada tertundanya penerbangan atau delay hingga hampir 2 jam lamanya.

Pada siaran resmi yang diterima Bisnis, Jumat (17/3), VP Corp. Communication PT Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar menerangkan bahwa penerbangan Garuda Indonesia GA 7112 rute Medan/Kualanamu – Sabang direncanakan berangkat pada pukul 08.50 WIB, Jumat (17/3).

Namun, pada saat proses pengecekan penumpang di dalam pesawat oleh petugas ramp sesaat sebelum take off, salah satu petugas ramp mendengar seorang penumpang yang duduk di kursi 23K berinisial AAK, bergurau mengenai adanya bom pada tas yang dibawa oleh yang bersangkutan di kabin pesawat.

Menurutnya sesuai standar dan peraturan safety yang berlaku, petugas ramp dan awak pesawat yang bertugas segera berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (avsec) dan mengarahkan penumpang tersebut untuk turun dari pesawat dan diperiksa lebih lanjut oleh pihak avsec.

Selanjutnya, kata dia Garuda Indonesia juga menjalankan prosedur screening secara intensif terhadap pesawat GA 7112 tersebut untuk memastikan tidak adanya indikasi keberadaan bom tersebut di dalam pesawat.

Menurutnya dalam proses screening tersebut, seluruh penumpang pesawat GA 611 diarahkan untuk menunggu di boarding lounge hingga proses screening selesai dilaksanakan.

Lantas, sehubungan dengan dilaksanakannya prosedur screening itu, penerbangan GA 7112 yang seharusnya dijadwalkan berangkat pukul 08.50 baru dapat diberangkatkan kembali pada pukul 10.48 WIB.

"Delay selama 1 jam 47 menit dan tiba di Sabang sekitar pukul 11.55 WIB," terangnya.

Namun demikian berkaitan dengan hal tersebut, pihak maskapai juga telah memberikan refreshment dan kompensasi delay atas keterlambatan tersebut kepada seluruh penumpang GA 7112.

Kemudian, hingga saat pesawat diberangkatkan, penumpang berinisial AAK masih dalam proses pemeriksaan pihak avsec dan polsek Bandara Kualanamu International Airport.

Penerbangan GA 7112 rute Medan/Kualanamu – Sabang sendiri dilayani dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 yang membawa 18 penumpang dan 1 invant/balita.

Pihaknya menegaskan bahwa Garuda Indonesia selalu mengedepankan keselamatan penumpang melalui penerapan standar safety dan security dalam pelaksanaan operasional penerbangan.

Pasalnya hal tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Garuda Indonesia dalam memberikan layanan terbaik kepada para pengguna jasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top