Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Minta Tarif CPO Disesuaikan Pos Tarif Baru

Pemerintah mulai tahun ini menetapkan pos tarif khusus bagi CPO yang memiliki kandungan iodine tertentu dan memisahkan pos tarif biodiesel berdasarkan tingkat kandungan alkil ester.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 03 Maret 2017  |  07:56 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen CPO meminta pemerintah segera menyesuaikan bea keluar setelah pos tarif produk CPO berubah.

Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Togar Sitanggang mengatakan produk-produk turunan CPO memang seharusnya dikelompokkan dalam kategori yang lebih spesifik.

Dia menjelaskan kandungan iodine pada produk CPO ditentukan oleh panjang proses pemurnian. Kandungan iodine yang lebih tinggi membutuhkan proses yang lebih panjang dan membutuhkan biaya produksi lebih besar.

“Kategorinya memang harus dibedakan karena prosesnya juga berbeda. Setelah pos tarifnya dibedakan, kami berharap pemerintah segera menerapkan pungutan atau bea keluar yang berbeda,” kata Togar, Kamis (2/3/2017).

Pemerintah mulai Maret tahun ini memberlakukan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2017 sebagai pengganti BTKI 2012. BTKI 2017 adalah hasil harmonisasi pos tarif negara-negara Asean di dalam skema Masyarakat Ekonomi Asean.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Usaha Industri, Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, mengatakan salah satu perubahan ada pada pos tarif produk berbasis CPO.

Pemerintah mulai tahun ini menetapkan pos tarif khusus bagi CPO yang memiliki kandungan iodine tertentu dan memisahkan pos tarif biodiesel berdasarkan tingkat kandungan alkil ester.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo tarif gapki
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top